Home Ekonomi Bisnis BEI Jatim: Investor Muda Dongkrak Pasar Modal RI, MDKA Jadi Teladan Emiten...

BEI Jatim: Investor Muda Dongkrak Pasar Modal RI, MDKA Jadi Teladan Emiten Hijau

0
21
Cita Mellisa, Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Media Gathering, Selasa (21/10) BEI Jatim: Investor Muda Dongkrak Pasar Modal RI, MDKA Jadi Teladan Emiten Hijau
Cita Mellisa, Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam Media Gathering, Selasa (21/10) BEI Jatim: Investor Muda Dongkrak Pasar Modal RI, MDKA Jadi Teladan Emiten Hijau

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Di tengah gejolak ekonomi global, pasar modal Indonesia justru menunjukkan ketahanan luar biasa. Hal ini menjadi topik utama dalam Media Gathering yang digelar PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Jawa Timur di Hotel Aloft Pakuwon City Surabaya, Selasa (21/10).

Laporan terkini BEI per Oktober 2025 mengungkapkan perkembangan positif. Saat ini, BEI membukukan total kapitalisasi pasar mencapai Rp 14.890 triliun dari 955 perusahaan tercatat. Angka ini merefleksikan pertumbuhan rata-rata yang konsisten sebesar 11,16% per tahun dalam lima tahun terakhir, disokong oleh rata-rata nilai transaksi harian yang signifikan, yaitu Rp 15,495 triliun.

Yang paling menarik, pertumbuhan ini didorong oleh partisipasi investor domestik, khususnya generasi muda. Total investor pasar modal telah mencapai 18,9 juta orang, dengan 7,9 juta di antaranya aktif sebagai investor saham.

“Total investor kita saat ini hampir menyentuh 19 juta dengan penambahan tahun ini sudah mencapai 4 juta, yang rata-rata usianya masih muda, rata-rata di bawah 31 tahun,” ungkap Cita Mellisa, Kepala Wilayah Jawa Timur PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menegaskan dominasi generasi muda.

Lebih lanjut, Jawa Timur membuktikan diri sebagai pilar penting pasar modal di luar Jakarta. Provinsi ini adalah satu-satunya yang memiliki Bursa Efek sendiri (AEI). Kontribusi Jatim terhadap pasar nasional pun tak main-main, 2 juta investor dari provinsi ini (10,5% dari total nasional) menyumbang total transaksi akumulatif Rp 533,16 triliun hingga Agustus 2025. Kota Surabaya menjadi penyumbang transaksi tertinggi dengan angka Rp327,29 triliun.

Tak hanya itu, pasar modal syariah Indonesia turut menjadi motor penggerak. Saat ini, terdapat 657 saham syariah, mewakili 68% dari total saham di BEI. Oleh karena itu, aktivitas perdagangan saham syariah kini mencapai lebih dari 60% volume pasar reguler.

BACA JUGA  Misi Dagang Jatim di Kupang Tembus Rp1,882 Triliun, Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi KUB

Disisi lain acara ini juga menyoroti komitmen perusahaan tercatat terhadap keberlanjutan. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) disorot sebagai contoh perusahaan pertambangan yang tidak hanya berfokus pada profit, tetapi juga tanggung jawab lingkungan dan sosial (Planet and People).

“Visi kami jelas, menjadi pelopor praktik pertambangan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” ujar Tom Malik, Head of Corporate Communications MDKA.

Tom Malik, Head of Corporate Communications MDKA saat pemaparan dalam Media Gathering yang diselenggarakan BEI, Selasa (21/10)
Tom Malik, Head of Corporate Communications MDKA saat pemaparan dalam Media Gathering yang diselenggarakan BEI, Selasa (21/10)

Sebagai buktinya, MDKA telah menerapkan PLTA di Tambang Tujuh Bukit dan panel surya di Tambang Tembaga Wetar. Bahkan, melalui anak usahanya, MDKA mendukung ekonomi sirkular dengan membangun Pabrik AIM (Acid Iron Metal) untuk hilirisasi dan daur ulang limbah bijih. Komitmen ini membawa MDKA meraih Peringkat A ESG dari MSCI dan masuk dalam indeks ESG top BEI.

Meskipun demikian, BEI mengakui tantangan, seperti jumlah IPO yang masih kalah dari Malaysia dan Thailand. Namun, dengan fondasi pasar yang kuat, dukungan daerah seperti Jawa Timur, dan inisiatif edukasi masif (JELITA, BANTER, MABAR CERIA, TIMNAS), BEI optimis pasar modal Indonesia akan terus tumbuh berkelanjutan, mengukuhkan perannya sebagai mesin penggerak ekonomi nasional. (JM02)