Berbagi Untuk Kemanusiaan Tidak Harus Kaya. Ini Ceritanya

0
316
Berbagi Untuk Kemanusiaan Tidak Harus Kaya. Ini Ceritanya
Pak Ali dan istri menyalurkan Nasi Bungkus Sahur Gratis kepada mereka yang memang sangat membutuhkan

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Pak Ali Shobirin dan Ibu Siti Masruroh, sehari harinya setiap pagi, berjualan nasi pecel sederhana di jalan Siwalankerto Surabaya. “Nasi Pecel Mantab Jiwa” yang dibandrol dengan harga Rp 6000 itu sangat terjangkau bahkan sangat diminati oleh warga masyarakat sekitar.

Perjuangan yang sangat luar biasa untuk menjalani kehidupan yang semakin tidak menentu ini, ditambah lagi dengan pandemi covid19 yang sudah melemahkan semua sendi perekonomian dalam 1 tahun terakhir, semakin menambah beban berat kehidupan pasangan suami isteri ini. Namun ternyata mereka tidak pernah gentar.

“Insya Allah mengalir saja, Allah sudah mengatur kehidupan umatNYA,” tegas pak Ali.

Sejak puasa pertama di Bulan Suci Ramadan hingga menjelang Idul Fitri nanti, untuk sementara waktu langgananya tidak bisa menikmati cita rasa “Nasi Pecel Mantab Jiwa” karena memang pak Ali dan bu Siti menutup warung gerobak dorong sederhananya selama puasa di Bulan Suci Ramadan.

Pasangan suami isteri yang sudah memiliki 4 orang anak tersebut tidak pernah tinggal diam untuk meneruskan kehidupan keluarganya, mereka banting stir melayani “Nasi Sahur Gratis” bagi warga sekitar yang sangat membutuhkan bantuan.

Pak Ali menggandeng beberapa sahabatnya untuk mewujudkan impiannya untuk selalu berbuat kebaikan. Kini, mereka dapat menyalurkan Nasi Bungkus Sahur Gratis kepada mereka yang memang sangat membutuhkan, dibantu beberapa remaja musala Tanhibul Ghofilin di Siwalankerto 88 Surabaya.

Sementara untuk dananya, pak Ali mengaku diperoleh dari jaringan lintas agama dari para sahabatnya yang juga penggemar dan pelanggan “Nasi Pecel Mantab Jiwa” tersebut dan misinya adalah membawa pesan moral kemanusiaan.

Baca juga : Kinerja Ekspor Jatim Meningkat Pertanda Ekonomi Jawa Timur Menguat

Setiap harinya selama Bulan Suci Ramadan ini, pak Ali dan isteri menyiapkan 30-an nasi bungkus untuk sahur, bahkan sekarang ada warga setempat yang menyumbang air meneral.

Sungguh sangat luar biasa, karena selain bisa berbagi dengan mereka yang sangat membutuhkan bantuan, pak Ali dan keluarga juga tetap bisa bersyukur dengan rezeki yang diterima selama Bulan Suci Ramadan yang penuh berkah, manfaat dan ditambah lagi dengan bulan yang penuh kebaikan ini.

Halaman selanjutnya: Bahkan mereka juga bertekad…