Bersyukur Karena Jadi Peserta JKN–KIS

0
6
Bersyukur Karena Jadi Peserta JKN–KIS
Eva Lianasari (32) Bersyukur Karena Jadi Peserta JKN–KIS

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Satu lagi berkah dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dirasakan oleh peserta Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN–KIS).

Adalah  Eva Lianasari (32) anak kandung dari Minuk Kusmiati (61), pasien penderita diabetes melitus (DM) yang menceritakan bagaimana pengobatan ibundanya dengan menggunakan fasilitas kepesertaan JKN-KIS segmen Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas 1 mandiri.

“Sayalah yang menjaga ibu saya sejak menjalani perawatan baik di klinik kesehatan, dokter perseorangan maupun perawatan rawat inap di RS Royal Surabaya. Dan Alhamdulilah, seluruh biaya perawatan dan pengobatan ibu gratis tanpa dipungut biaya lain-lain,” terang Eva di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Surabaya, beberapa waktu lalu.

Eva menceritakan bahwa sejak bulan Januari 2020, ibunya rutin melakukan pengecekan gula darah pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) di sekitar rumahnya area Kutisari Selatan Surabaya.

Berdasar diagnosis dokter, Minuk menderita DM. Dan ketika menjalani proses rawat inap di RS Royal, jempol kaki sebelah kanan Minuk harus diamputasi.

“Semua biaya perawatan ibu selama kurang lebih lima hari, termasuk operasi, seluruhnya di cover BPJS. Saya tidak dimintai tambahan biaya atau biaya lainnya sama sekali,” terangnya.

Eva juga menerangkan bahwa dari info yang diterima, jika pasien dengan status umum menempati ruangan kelas satu di RS tersebut dalam sehari dikenakan biaya hingga Rp 15 juta.

“Karena itu saya sangat berterimakasih dengan BPJS Kesehatan dan bersyukur karena menjadi peserta JKN–KIS,” ujarnya.

Selama ibunya dirawat, lanjut Eva, pelayanan yang diterima tidak dibedakan meski terdaftar sebagai pasien BPJS Kesehatan.

“Bedanya hanya diresep. Kalau resep pengambilan obat untuk pasien berstatus umum bentuknya kertas kecil persegi empat. Namun jika resep untuk pasien JKN, resepnya berbentuk agak panjang dan ada keterangan JKN,” ujar Eva.

Melalui pengalamannya ini, Eva menyampaikan bahwa ia sangat beruntung karena menjadi peserta JKN-KIS. Bukan saja ketika sakit semua biaya ditanggung, juga kalau tidak sakit ia merasa ikut membantu peserta JKN yang lain yang sedang membutuhkan.

“Konsep gotong royong kayak gini ini sangat bagus. Dan saya berharap kedepannya, layanan yang sudah baik ini terus ditingkatkan. Terutama soal edukasi kepada masyarakat, agar lebih banyak masyarakat yang tau kebaikan dari BPJS Kesehatan,” pungkas Eva. (JM01)