Home Ekonomi Bisnis BI Jatim Dorong Hilirisasi Perkebunan Lewat JCFF 2025

BI Jatim Dorong Hilirisasi Perkebunan Lewat JCFF 2025

0
23
BI Jatim Dorong Hilirisasi Perkebunan Lewat JCFF 2025
BI Jatim Dorong Hilirisasi Perkebunan Lewat JCFF 2025

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Bank Indonesia (BI) Jawa Timur menggelar Java Coffee and Flavor Festival (JCFF) 2025 di Kota Lama Surabaya pada Sabtu (23/8/2025). Acara ini diadakan sebagai upaya strategis untuk memperkuat hilirisasi sektor perkebunan, sekaligus mempromosikan komoditas unggulan seperti kopi, cokelat, dan rempah-rempah yang berlimpah di Jawa Timur.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Ibrahim, menjelaskan bahwa Jawa Timur adalah salah satu kontributor utama produk pertanian nasional. Provinsi ini dikenal sebagai produsen besar untuk berbagai komoditas, termasuk kopi, yang produksinya hampir mencapai setengah dari total produksi kopi di Pulau Jawa. “Kita ingin ikut mengembangkan potensi di Jawa Timur dari sektor perkebunan seperti kopi, coklat dan rempah-rempah melalui event ini” papar Ibrahim pada acara pembukaan JCFF di Double Tree by Hilton Surabaya, Sabtu (23/08)

Ia juga menyatakan bahwa festival ini merupakan langkah nyata untuk mengembangkan potensi besar Jawa Timur. Menurutnya, Jawa Timur dikenal sebagai lumbung pangan nasional juga didukung oleh sektor perkebunan yang kuat. “Dengan kerja sama antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dinas terkait, dan BI, kami berharap sektor ini dapat semakin berkembang,” ujar Ibrahim.

Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Ibrahim dalam pembukaan Java Coffee and Flavor Festival (JCFF) 2025 di Double Tree by Hilton Surabaya, Sabtu (23/08)
Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim, Ibrahim dalam pembukaan Java Coffee and Flavor Festival (JCFF) 2025 di Double Tree by Hilton Surabaya, Sabtu (23/08)

Lebih dari sekadar pameran, Ibrahim menekankan bahwa JCFF 2025 merupakan langkah strategis menguatkan nilai hasil perkebunan.Selain dengan promosi salah satunya adalah pendampingan petani. BI Jatim secara aktif memberikan bimbingan dari hulu ke hilir, terutama dalam meningkatkan kompetensi petani kopi. “Kami ingin petani bisa memproses kopinya lebih lanjut, sehingga harganya meningkat dibandingkan jika hanya dijual mentah, ini yang kami dorong supaya dengan kualitas yang naik membantu petani lebih sejahtera,”tegasnya.

Dengan peningkatan kualitas produk perkebunan Jawa Timur membantu pula peningkatan nilai jual yang lebih tinggi dan produk perkebunan Jawa Timur tersebut akan  mampu bersaing di pasar. Melalui sinergi antara BI, pemerintah daerah, dan dinas terkait, diharapkan komoditas unggulan daerah baik dari sektor pertanian ataupun perkebunan tidak hanya dikenal di pasar domestik, tetapi juga mampu menembus pasar ekspor, yang pada akhirnya akan memperkuat ketahanan ekonomi daerah secara keseluruhan. (JM02)

BACA JUGA  Bank Jatim Borong Dua Penghargaan di Ajang IHCA VII 2021