
Sementara Handoyo Sutanto selaku CEO Lyrid Inc menilai bahwa layanan Kubernetes yang dikelola di Indonesia masih jauh tertinggal.
“Dengan persaingan dari platform yang lebih besar dari hyperscaler cloud dunia, diperlukan partnership semacam ini untuk menawarkan layanan inovatif kepada pengguna tanpa melepaskan filosofi inti Kubernetes,” tambahnya.
Baca juga : Bank Indonesia Gelar CBP Goes to Komunitas PKK dan Milenial Surabaya
Seiring dengan meningkatnya permintaan akan infrastruktur dedicated, Biznet Gio kini fokus untuk melebarkan fitur pendukung ekosistem cloud dengan menawarkan layanan perangkat dedicated atau bare metal server yang dikenal dengan NEO Metal berkolaborasi dengan berbagai platform teknologi transformatif.
NEO Metal mengedepankan layanan server dengan performa komputasi terdedikasi siap guna menggunakan spesifikasi hardware terbaru didukung unit komputasi Intel® Xeon® atau AMD EPYC™.
Di tengah ramainya layanan komputasi awan dengan berbagai penawaran mesin virtual atau virtual server, kolaborasi Lyrid dan Biznet Gio spesifik mengusung keunggulan platform Kubernetes di atas infrastruktur Bare Metal Server.
Keunggulan kolaborasi layanan ini akan menyajikan kinerja komputasi yang tinggi serta terdedikasi didukung kesiapan arsitektur microservice untuk memudahkan pengembang aplikasi untuk segera mengoperasikan platform Kubernetes.
Baca juga : Ini Tips Hindari Gula Berlebih pada Makanan Kemasan
“Terkait solusi kolaborasi penunjang ekosistem cloud ini, teknologi transformatif yang hadir bersama layanan bare metal as a service atau NEO Metal merupakan terobosan untuk memfasilitasi pelanggan, bukan hanya bisa langsung menggunakan perangkat dengan spesifikasi terbaru tetapi juga mendapatkan upgrade teknologi secara cepat dengan biaya terjangkau dimana data tetap aman dan tersimpan di dalam wilayah Indonesia,” tegas Dondy. (JM01)














