BPJS Kesehatan Gerak Cepat Tangani Kasus Dugaan Kebocoran Data Peserta

0
28
BPJS Kesehatan Gerak Cepat Tangani Kasus Dugaan Kebocoran Data Peserta
BPJS Kesehatan Gerak Cepat Tangani Kasus Dugaan Kebocoran Data Peserta

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Beredarnya informasi adanya data yang ditawarkan di forum online yang diberitakan menyerupai data BPJS Kesehatan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, direspon cepat oleh Direktur Utama dan jajaran Direksi BPJS Kesehatan.

“Saat ini kami telah bergerak melakukan penindaklanjutan masalah tersebut.” Ujar Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ali Ghufron Mukti.

Ghufron juga menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, yakni Kemenkominfo, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Cybercrime Mabes Polri, Pusat Pertahanan Siber Kemenko Polhukam, Kemenko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, serta pihak lainnya dalam rangka memastikan kebenaran berita tersebut, serta mengambil langkah-langkah yang diperlukan.

Di samping itu, juga telah diambil langkah hukum dengan melaporkan kasus ini kepada Bareskrim Polri mengingat adanya dugaan pelanggaran hukum yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab yang merugikan BPJS Kesehatan.

“Selama ini kami telah melakukan upaya maksimal untuk melindungi data peserta melalui penerapan tata kelola teknologi informasi dan tata kelola data sesuai ketentuan dan standar serta peraturan perundang-undangan yang berlaku,” terang Ghufron.

Untuk memastikan keamanan data, lanjut Ghufron, pihaknya melakukan kerja sama strategis dengan BSSN dan lembaga/pihak profesional, serta mengembangkan dan mengimplementasikan sistem keamanan data yang sesuai dengan standar ISO 27001 (certified), Control Objectives for Information Technologies (COBIT) serta mengoperasionalkan Security Operation Center (SOC) yang bekerja 24 jam 7 hari.

Baca juga : Kartu JKN-KIS Menyelamatkan Ahmad dan Istri

“Sistem keamanan teknologi informasi di tempat kami telah berlapis-lapis,” tambahnya.

Ghufron menuturkan bahwa walaupun BPJS Kesehatan sudah melakukan sistem pengamanan sesuai standar yang berlaku, namun masih dimungkinkan terjadinya peretasan, mengingat sangat dinamisnya dunia peretasan. Ia juga menyebut bahwa peristiwa peretasan dialami oleh banyak lembaga baik di dalam maupun luar negeri.

“Selain melakukan investigasi dan penelusuran jejak digital, saat ini kami juga sedang melakukan mitigasi terhadap hal-hal yang mengganggu keamanan data dalam proses pelayanan dan administrasi. Kami juga sedang melakukan penguatan sistem keamanan TI terhadap potensi gangguan keamanan data, antara lain meningkatkan proteksi dan ketahanan sistem,” kata Ghufron.

BPJS Kesehatan, lanjut Ghufron, akan terus berupaya maksimal agar data pribadi dan data lainnya tetap terlindungi.

Baca juga : PPKM Mikro Jlid 9 Pada 1-14 Juni 2021 Berlaku di Seluruh…

“Di samping itu, kami juga memastikan pelayanan kepada peserta baik di fasilitas kesehatan maupun untuk proses administrasi lainnya tetap berjalan,” ujar Ghufron.

Ia juga menegaskan bahwa BPJS Kesehatan tidak pernah memberikan data pribadi kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Apabila ada permintaan data pribadi yang mengatasnamakan BPJS Kesehatan atau mengkaitkan dengan BPJS Kesehatan maka diharapkan masyarakat dapat mengkonfirmasi ke layanan resmi BPJS Kesehatan yaitu Care Center 1500400 atau Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Halaman selanjutnya: Sementara itu, Kabid Jaminan Keamanan