Kartu JKN-KIS Menyelamatkan Ahmad dan Istri

0
39
Kartu JKN-KIS Menyelamatkan Ahmad dan Istri
Siti Fatimah (39) warga dusun Tembakur, Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Memiliki kartu BPJS Kesehatan sebagai peserta program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ternyata melegakan dan menggembirakan. Hal ini disampaikan Ahmad (42), warga dusun Tembakur, Pesanggaran Banyuwangi Jawa Timur.

Pernyataan ini disampaikan Ahmad, karena ia memiliki penmgalaman yang luar biasa, disaat istrinya yaitu Siti Fatimah (39) hamil anak ke duanya,

Ahmad menceritakan bahwa sejak dinyatakan hamil, istrinya rutin melakukan kontrol rawat jalan kehamilan di Rumah Sakit (RS) Blambangan Banyuwangi dengan menggunakan kartu BPJS Kesehatan.

“Semula biasa-biasa saja dan tidak ada masalah,” ujar Ahmad.

Namun, lanjutnya, disaat kehamilan istrinya mencapai umur yang cukup, ternyata ada masalah. Dan hal ini terdeteksi oleh dokter yang memeriksanya, sehingga kemudian istrinya harus dirujuk ke RSUD dr. Soetomo Surabaya, karena ada pendarahan.

“Waktu istri saya kontrol kehamilan di RS Blambangan, ternyata ada masalah. Karena itu dokter yang memeriksa istri saya segera meminta saya untuk mengantar istri saya ke RSUD dr. Soetomo karena mengalami pendarahan dan memberikan surat rujukan,” terang Ahmad.

Dengan sendirinya Ahmad segera membawa istrinya ke RSUD dr. Soetomo Surabaya, guna mendapatkan perawatan intensive.

Namun mungkin karena terburu-buru, ketika melakukan registrasi pendaftaran, ternyata ia tidak menemukan kartu JKN istrinya, meski sudah dicari-cari.

Baca juga : PPKM Mikro Jlid 9 Pada 1-14 Juni 2021 Berlaku di Seluruh…

”Beberapa kali saya cari kartu JKN milik istri saya, tapi di dalam tas atau dompet tidak ada. Saya coba menelpon ke rumah di Banyuwangi, namun jawaban saudara saya juga sama, bahwa kartunya tidak ada,” ujar Ahmad.

Dalam keadaan bingung dan terburu-buru, maka ketika petugas admin RS bertanya mengenai status pasien, spontan Ahmad menjawab sebagai pasien umum.

“Ya saya bilang aja pasien umum, supaya segera ditangani, sambil kemudian saya coba cari-cari lagi, karena seingat saya kartu itu sudah saya bawa,” terangnya.

Namun karena Tuhan berkehendak lain, maka pada hari minggu (4/4/2021), ternyata kartu JKN-KIS milik istrinya dapat diketemukan.

“Begitu saya menemukan kartu JKN-KIS istri saya, saya langsung sampaikan pada admin ruangan kamar Merpati RSUD dr. Soetomo, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut sehingga bisa memakai fasilitas BPJS Kesehatan,” jelas Ahmad, sambil menunjukkan kartu JKN atas nama istrinya (Siti Fatimah, red) dengan nomor 000069748XXXX, jenis kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI), Faskes Pertama Puskesmas Pesanggaran Banyuwangi.

Baca juga : Ini Aturan Baru Naik Kereta Api Antarkota Mulai 25 Mei 2021

Setelah kartu JKN-KIS istri saya diverifikasi, admin ruangan Merpati RSUD dr. Soetomo menerangkan bahwa kartu JKN-KIS ini bisa dipakai dan Ahmad diminta untuk melengkapi beberapa persyaratan seperti Kartu Keluarga dan KTP, yang sebelumnya memang sudah dipersiapkan Ahmad.

“Setelah surat penjaminan dikeluarkan oleh BPJS Kesehatan dengan bukti lembar surat yang bertuliskan JKN rangkap dua, saya merasa lega, karena berarti semua biaya perawatan istri saya akan ditanggung BPJS Kesehatan,” ungkapnya dengan rasa syukur.

Selanjutnya, secara keseluruhan biaya perawatan Siti Fatimah, mulai dari masuk dan harus rawat inap pertanggal 2 April 2021 hingga 10 April 2021, termasuk persalinan anak keduanya di RSUD melalui operasi caesar, semuanya gratis dan ditangging BPJS Kesehatan.

“Alhamdulilah, saya bersyukur karena menjadi peserta JKN-KIS. Sebab dengan begitu, semua biaya perawatan dan melahirkan istri saya ditanggiung BPJS,” terang Ahmad.

Baca juga : Cek Saldo di ATM Link Tak Gratis Lagi. Ini Alasannya

Sementara itu, ketika ditanya tentang pelayanan yang dialami istrinya di dr. Soetomo sebagai peserta JKN-KIS, Ahmad menjelaskan bahwa banyak yang sudah dilakukan dokter, perawat dan para medis. Dan semuanya dilakukan dengan baik dan profesional dan tidak ada perbedaan dengan pasien yang biaya sendiri.

“Meski istri saya menggunakan fasilitas BPJS, tetapi istri saya tidak dianak tirikan. Semua pelayanan sejak awal hingga diperbolehkan pulang, kami mendapat pelayanan dan perlakuan yang sama seperti pasien yang lain, atau pasien umum,” pungkas Ahmad. (JM01)