Ngebul Darjo, Bisnis Inovatif Tim ITS Manfaatkan Food Waste Ikan Makarel

0
12
Ngebul Darjo, Bisnis Inovatif Tim ITS Manfaatkan Food Waste Ikan Makarel
Ngebul Darjo, Bisnis Inovatif Tim ITS Manfaatkan Food Waste Ikan Makarel

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Indonesia sebagai penghasil food waste tertinggi kedua di dunia, nyatanya justru bisa menjadi potensi untuk berwirausaha. Hal ini dibuktikan oleh tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang berhasil memanfaatkan food waste ikan makarel dari industri olahan ikan kalengan menjadi produk makanan lezat dengan nama Ngebul Darjo.

Tim Ngebul Darjo ini terdiri dari lima mahasiswa yakni Fakhrudin Naufal Ansori dan Hafizh Muhammad Rozaan dari Teknik Infrastruktur Sipil, Adella Fajrin Nafiah dan Fandhi Al Idrus Dwi Saputra dari Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), serta Anisa Luthfiah Amalia dari Departemen Manajemen Bisnis ITS.

Fakhrudin Naufal Ansori selaku ketua tim menyampaikan, nama Ngebul Darjo berasal dari kata “kebul” yang berarti asap, sedangkan “Darjo” diambil dari nama kota Sidoarjo yang merupakan asal makanan tersebut.

“Adapun produk kami adalah ikan makarel asap dan ikan makarel suwir pedas,” jelas mahasiswa asal Sidoarjo ini.

Baca juga : PPKM Mikro Jlid 9 Pada 1-14 Juni 2021 Berlaku di Seluruh…

Menariknya, lanjut Fakhrudin, dalam bisnis ini mereka memanfaatkan food waste dari industri olahan ikan kalengan yang dijual oleh pengepul di Sidoarjo. Di mana ikan makarel dari industri tersebut banyak tereliminasi karena ukuran yang tidak memenuhi standar industri.

“Meskipun begitu, sebenarnya ikan ini memiliki nutrisi yang sama, masih segar, dan layak diolah,” ungkapnya.

Inovasi dari Ngebul Darjo ini adalah dari pengolahannya dimana biasanya ikan asap menggunakan ikan cakalang atau ikan tuna, namun Ngebul Darjo mampu mengolah ikan makarel tersebut menjadi ikan asap yang memiliki cita rasa khas dibandingkan dengan olahan ikan asap pada umumnya.

Baca juga : Ini Aturan Baru Naik Kereta Api Antarkota Mulai 25 Mei 2021

“Ngebul Darjo yang dibandrol dengan harga mulai Rp 20 ribu – Rp 40 ribu ini menggunakan pengawetan asap batok kelapa yang menjadikan produk ini memiliki aroma asap yang khas dari ikan makarel. Sedang untuk ketahannya jika disimpan dalam freezer bisa bertahan hingga dua bulan,” tambah Fakhrudin.

Bisnis inovatif ini ternyata berhasil meraih (medali) perak di ajang kompetisi Edutainer Nusantara Fair (ENF) Indonesia, karena selain merupakan produk olahan ikan dengan bumbu tradisional khas Indonesia, Ngebul Darjo juga menjadi salah satu solusi dalam mendukung kampanye gemar makan ikan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.

Ke depannya Ngebul Darjo berencana mendaftarkan produk mereka ke ITS Food, serta berencana mengembangkan ide bisnis ini di kompetisi bisnis lain untuk menggaet banyak pendanaan.

Baca juga : Desa Wisata Nangkula Park Tulungagung diharapkan Jadi Inspirasi Bagi BUMDes

“Dalam skala yang lebih luas kami juga ingin memberdayakan masyarakat di sekitar Kabupaten Sidoarjo untuk tergabung dalam produksi Ngebul Darjo,” ungkap Fakhrudin. (JM01)