Crown Group Targetkan Pembangunan Mixed-Use dan BTR Senilai 5 Trilyun

0
16
Crown Group Targetkan Pembangunan Mixed-Use dan BTR Senilai 5 Trilyun
Crown Group Chair and Group CEO, Iwan Sunito

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Crown Group berencana untuk membangun pipa pengembangan apartemennya selama lima hingga sepuluh tahun dengan optimisme akan pemulihan ekonomi Australia dan kesehatan pasar properti apartemen.

Crown Group mengungkapkan rencana akuisisi tiga lokasi pengembangan signifikan di utara Sydney senilai sekitar Rp 5 triliun karena perusahaan berfokus kepada diversifikasi ke dalam sektor mixed-use dan Built-To-Rent.

Komisaris dan CEO Crown Group, Iwan Sunito mengatakan bahwa perusahaan akan mengembangkan sayapnya di Sydney sembari melihat peluang lain di Melbourne, Brisbane dan bahkan Indonesia.

“Fokus kami tetap di Australia, namun kami juga tidak bisa menutup mata atas peluang ekspansi di Indonesia sebagai salah satu negara yang masuk dalam jajaran 5 negara teratas dari ukuran PDB menurut World Economic Forum,” katanya.

Baca juga : Dukung Penerapan PPKM Darurat, BSI Ubah skema Migrasi Nasabah

Iwan menambahkan bahwa pihaknya memiliki proyek yang cukup dalam rencana pengembangan perusahaan saat ini, namun ia ingin mulai melakukan perencanaan untuk lima tahun ke depan.

“Saat ini kami disibukan dengan tiga pilar bisnis yaitu: residensial, menumbuhkan merek SKYE Suites, dan mengembangkan bisnis ritel kami,” lanjut Iwan.

Iwan Sunito juga mengatakan bahwa fokusnya saat ini adalah penyelesaian fase pertama Grand Residences, sebuah proyek mixed-use di Eastlakes, Sydney, yang mencakup 133 unit apartemen dan 14.000 meter persegi ruang ritel.

Pasar saat ini menurut Iwan, lebih realistis dibandingkan tiga atau lima tahun lalu karena kelompok asing dan perusahaan milik negara telah meninggalkan pasar.

“Pasar terkontraksi karena kebijakan Pemerintah terhadap pembeli asing yang harus membayar pajak pembelian sebesar dua kali lipat serta kesulitan dalam mencari akses pendanaan atau pinjaman. Selain itu, Covid-19 dan penutupan perbatasan internasional juga secara dramatis berdampak pada pasar apartemen residensial di Australia, di mana pembeli asing biasanya mencapai setidaknya 50% dari pembeli,” katanya.

Baca juga : Lindo : Sering Masuk Rumah Sakit Gak Masalah karena Ada BPJS…

Namun demikian, Iwan Sunito meyakini bahwa saat ini adalah saat yang tepat untuk mengakuisisi lahan pembangunan untuk jangka pendek dari sektor-sektor yang terpengaruh oleh pandemi Covid-19 dan penutupan perbatasan.

“Sementara perbatasan internasional tetap ditutup, pertumbuhan akan terhambat secara signifikan. Inilah sebabnya mengapa kami sekarang melihat peluang pengembangan baru,” katanya, sambil menambahkan bahwa para pemilik lokasi pengembangan menjadi lebih realistis dalam ekspektasi harga dan ketentuan pengaturan penjualan mereka.

Halaman selanjutnya: Build to Rent