Lindo : Sering Masuk Rumah Sakit Gak Masalah karena Ada BPJS Kesehatan

0
7
Lindo : Sering Masuk Rumah Sakit Gak Masalah karena Ada BPJS Kesehatan
Lindo : Sering Masuk Rumah Sakit Gak Masalah karena Ada BPJS Kesehatan

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Memiliki beberapa penyakit yang mengharuskan kontrol dan berobat secara rutin, tentu akan menjadi beban yang berat, bila dilakukan dengan biaya sendiri.

Karena itu kehadiran BPJS Kesehatan menjadi hal yang penting dan sangat menolong, khususnya bagi masyarakat yang kurang beruntung secara financial.

Ini pula yang dirasakan Lindo (50), peserta JKN-KIS segmen Penerima Bantuan Iuran Daerah (PBID) Kota Surabaya, dengan nomor peserta 000078932XXXX, Faskes Tingkat 1 Puskemas Pacar Keling Surabaya.

Lindo yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang sate keliling yang beralamatkan di Pacar Kembang Surabaya, mengaku bahwa ia menjadi langganan rumah sakit (RS) sejak akhir tahun 2018 hingga sekarang.

“Awalnya saya mengalami pusing yang tak kunjung sembuh. Kemudian secara perlahan saya mengalami gangguan mata hingga pandangan kabur. Setelah mendatangi dokter praktek disekitar rumah, saya disarankan dokter untuk pengobatan lanjutan menggunakan kartu BPJS Kesehatan jika telah menjadi peserta,” jelasnya.

Dari informasi itu dan berbekal kartu KIS, lanjut Lindo, ia kemudian diantar istri berobat ke rumah sakit spesialis Husada Utama Surabaya.

Baca juga : PPKM Darurat, Kemendag Jamin Stok dan Kelancaran Distribusi Bahan Pokok

“Pertama mendaftar, kartu BPJS kesehatan ditanyakan petugas administrasi rumah sakit. Setelah itu saya dilayani serius oleh dokter dan perawat sampai dirawat inap selama sepuluh hari,” terangnya.

Dibulan berikutnya ia kembali merasakan sakit serupa, yang kemudian ternyata dokter memvonis dirinya juga mengalami sakit diabetes.

“Sekarang ini saya menderita penyakit diabet dan komplikasi penyakit dalam,” ungkap Lindo, sambil menambahkan bahwa sejak saat itu, ia menjadi orang yang selalu berhubungan dan rutin ke rumah sakit.

Selain diabet dan komplikasi penyakit dalam, Lindo juga menyampaikan bahwa ia juga pernah menderita bisul dua kali di punggung dan pinggang, yang bahkan dioperasi sampai menjalani rawat inap.

“Karena terlalu sering rawat inap, saya sendiri sampai lupa, berapa kali saya harus rawat inap karena berbagai penyakit saya ini. Saya hanya ingat yang paling lama saya menjalani rawat inap itu selama sepuluh hari. Tapi ada juga yang lima hari, empat hari, tujuh hari. Saking seringnya, saya sampai lupa,” ungkap Lindo.

Baca juga : Presiden Minta Seluruh Bansos Disalurkan Pekan Ini

Namun demikian, Lindo tetap percaya diri dan terus berjuang, karena ia merasa BPJS Kesehatan selalu ada untuk membantunya, terutama ketika berurusan dengan kesehatannya.

“Meski sering keluar masuk RS, tapi saya percaya diri karena didampingi JKN-KIS. Bahkan kadang saya sedikit bangga karena dirawat di Rumah sakit spesialis Husada Utama Surabaya, yang kata orang-orang termasuk RS elit. Padahal saya ini hanya masyarakat biasa yang terbilang warga kurang mampu,” ujarnya sambil tersenyum.

Lindo juga mengaku bahwa selama menjalani pengobatan, rawat inap dan rawat jalan hingga saat ini, ia mendapatkan pelayanan yang sangat baik, meski ia menggunakan fasilitas JKN-KIS yang iuran perbulannya dibayarkan oleh pemerintah daerah.

“Jadi yang sering dipakai rasan-rasan kata orang yang belum pernah berobat dengan JKN-KIS atau pernah sakit, bahwa berobat dengan BPJS kesehatan tidak diperhatikan Rumah sakit dan bahkan dokter atau perawatnya meremehkan pasien ? Itu semua itu bohong. Saya sendiri buktinya,” ujar pria yang dikenal sebagai guru mengaji ini.

Dalam kesempatan ini, Lindo juga menyampaikan terima kasih pada Pemerintah Kota Surabaya dan BPJS kesehatan untuk layanan kesehatan yang selama ini dialaminya, karena selain mendapat pelayanan yang baik, juga semuanya gratis.

Baca juga : Gubernur Khofifah Minta Semua Pihak Maksimalkan Vaksinasi saat PPKM Darurat

“Saya berharap program ini terus ada. Ini program yang sangat membantu masyarakat, khusunya masyarakat kurang mampu. Karena tanpa BPJS kesehatan, biaya perawatan setiap bulan, obat dan lain sebagainya, harus saya bayar dengan apa? Jadi saya benar-benar berterima kasih,” pungkas Lindo. (JM01)