Dukung Penerapan PPKM Darurat, BSI Ubah skema Migrasi Nasabah

0
19
Dukung Penerapan PPKM Darurat, BSI Ubah skema Migrasi Nasabah
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi saat konferensi pers secara daring mengenai Roll-out Integrasi Sistem Layanan dan Migrasi Rekening wilayah Regional Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banjarmasin

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Seiring dengan pemberlakukan PPKM Darurat oleh pemerintah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI), menyatakan siap untuk terus memberikan kenyamanan dan keamanan bagi 3 juta nasabahnya dalam proses migrasi secara digital dan otomatis dari rekening bank syariah legacy (BRI syariah dan BNI Syariah) ke rekening BSI.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama BSI, Hery Gunardi dalam konferensi pers secara daring mengenai Roll-out Integrasi Sistem Layanan dan Migrasi Rekening wilayah Regional Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banjarmasin.

Hery  menjelaskan, perbaikan skema migrasi rekening terus dilakukan dari sisi IT, jaringan dan layanan sehingga nasabah tidak perlu datang ke kantor cabang BSI untuk melakukan proses migrasi rekening.

“Kali ini kami menyediakan layanan migrasi melalui BSI Mobile yang dapat diakses oleh nasabah dimanapun dan kapanpun. Langkah ini sebagai bentuk komitmen BSI Go Digital sehingga nasabah dapat tetap aman dan nyaman dalam bertransaksi,” ungkap.

Baca juga : PPKM Darurat, Kemendag Jamin Stok dan Kelancaran Distribusi Bahan Pokok

Pasca peresmian pada 1 Februari 2021 lalu, BSI sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, secara bertahap melakukan proses migrasi yang dimulai dari wilayah Regional Sulawesi dan sekitarnya. Lalu dilanjutkan dengan Regional Jawa Tengah, Regional Aceh, serta Regional Sumatera (Palembang, Medan, Padang dan kota lainnya).

Sementara pada bulan Juli ini, BSI akan melakukan migrasi sistem pada empat wilayah regional yakni Jakarta, Bandung, Surabaya dan Banjarmasin dengan target 100% nasabah di wilayah tersebut akan terintegrasi dengan sistem layanan perbankan syariah BSI yang baru.

Secara berurutan migrasi sistem akan dilaksanakan di wilayah Jakarta dan Bandung  pada tanggal 5 Juli serta wilayah Surabaya dan Banjarmasin pada tanggal 12 Juli untuk nasabah payoll, priority dan lainnya.

Sementara, secara keseluruhan, untuk nasabah ex-BRIS, auto migrasi akan dilakukan pada tanggal 21 Juli 2021, selanjutnya untuk nasabah ex-BNIS akan dil;akukan pada 9 Agustus 2021. Saat ini BSI telah melayani lebih dari 3 juta nasabah melalui lebih dari 350 kantor cabang yang menjangkau masyarakat baik di kota besar maupun sub-urban.

Baca juga : Lindo : Sering Masuk Rumah Sakit Gak Masalah karena Ada BPJS…

Pada Juni 2021 kemarin, BSI mencatat, proses integrasi layanan dan migrasi rekening sudah mencapai tahap 45% dari target migrasi rekening seluruh Wilayah yang akan selesai di bulan Juli 2021. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) yang akan dimigrasikan pada Juli ini sekitar Rp 64,3 triliun dengan total nasabah mencapai 3 juta orang.

“Kami menyadari bahwa peran Bank Syariah Indonesia tentu tak lepas dari dukungan seluruh stakeholders sehingga proses integrasi layanan dan migrasi rekening dapat berjalan baik, aman, nyaman dan tepat waktu. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, mudah-mudahan pada 1 November 2021 semua sistem sudah terintegrasi dengan baik,” tambah Hery.

Halaman selanjutnya: Dalam proses integrasi layanan