
Strategi dan Peran Pemuda
Adapun untuk strategi dan peran pemuda, caranya adalah: Pertama, mengambil peran sektor strategis seperti maritim, pangan, digitalisasi, pendidikan, kesehatan, UMKM, pariwisata dan energi terbarukan. Riset, pengabdian bisa diarahkan ke sana. Kedua, agar bisa melakukan itu, pemuda harus berinovasi, kreatif dan mampu memperjuangkan nilai idealisme.
Ketiga, pemuda harus punya daya kritis termasuk dalam pemilu sebagai bagian penting menentukan masa depan negara 5 tahun ke depan.
“Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku,” tutup Jaleswari mengutip Mohammad Hatta.
BACA JUGA : Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA Jembatani Gap yang Terjadi pada Pelaksanaan Kurikulum Merdeka
Sementara Kadispora Jatim Moh Ali Kuncoro di hadapan peserta mahasiswa memberikan motivasi agar terus belajar, mengembangkan diri dan menghasilkan karya serta kontribusi bagi masyarakat, daerah dan negara.
“Belajar hari ini untuk mengubah peradaban. Ketika berbicara 2045, di mana bangsa kita berada pada posisi 1 abad, di titik ini pula para generasi tua mengharap berada di indonesia emas. Ini merupakan momen yang harus disiapkan sedari sekarang,” pungkas Ali.
Di seri akhir, acara dilanjutkan dengan diskusi yang diisi oleh Asrorun Ni’am selaku Presiden BEM UNESA, Aulia Thariq Akbar selaku Presiden BEM FISIP Unair, Laskar Intifada sebagai Mawapres UNESA, dan seorang politisi muda yaitu Soekarno Dewa, yang saling memberikan argumen dan opini terkait birokrasi di Indonesia.
Halaman selanjutnya: Kegiatan ini mendapat dukungan dan apresiasi…..














