Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA Jembatani Gap yang Terjadi pada Pelaksanaan Kurikulum Merdeka

0
30
Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA Jembatani Gap yang Terjadi pada Pelaksanaan Kurikulum Merdeka
Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA Jembatani Gap yang Terjadi pada Pelaksanaan Kurikulum Merdeka

Malang, JATIMMEDIA.COM – Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan pada tanggal 7 September 2023 secara luring dilaksanakan di MTs Al-Ittihad Malang. Pelaksanaan pelatihan ini merupakan bagian dari solusi yang ditawarkan oleh kelompok PKM untuk menjembatani gap yang terjadi pada pelaksanaan kurikulum Merdeka di tahun pelajaran 2023/2024 untuk kelas 7.

Pelatihan ini dibuka dengan sambutan dari Kepala MTs Al-Ittihad dan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (SPK) antara Fakultas Ilmu Pendidikan UNESA dengan MTs Al-Ittihad.

Sesi pertama pelatihan tersebut diberikan penguatan di awal dengan memberikan pengenalan pada konsep dasar Kurikulum Merdeka. Pada materi ini diperoleh hasil awal bahwa peserta masih belum memahami secara komprehensif mengenai konsep Kurikulum Merdeka. Sehingga diberikan pemahaman secara mendalam mengenai kebijakan yang mengatur Kurikulum Merdeka, konsep kegiatan yang wajib menjadi bagian dari Kurikulum Merdeka, dan partisipasi masyarakat serta keluarga dalam IKM.

Pada sesi kedua, dipaparkan mengenai Pengembangan Modul Ajar. Pada sesi ini peserta diberikan kesempatan untuk merefleksikan apa saja yang menjadi bagian dari persiapan untuk merencanakan aktivitas pembelajaran.

Modul ajar merupakan hal krusial dalam pelaksanaan aktivitas mengajar mengingat dokumen tersebut disusun berdasarkan kebutuhan dan karakteristik peserta didik serta sekolah. Pemateri memberikan contoh Modul Ajar dan modifikasinya sehingga peserta memahami secara praktis bagaimana menyusun dan memodifikasi modul ajar.

BACA JUGA : PKM Program Studi S1 Pendidikan Teknik Bangunan Fakultas Teknik UNESA Beri  Pelatihan RAB dan…

Selanjutnya peserta bekerja bersama kelompok untuk merencanakan aktivitas pembelajaran sesuai dengan mata pelajaran yang diampu oleh masing-masing guru. Pada sesi ini peserta mempersiapkan satu Modul Ajar dan Modul Proyek untuk semester selanjutnya. Hal ini akan ditindaklanjuti dengan asesmen diagnostik konitif dan non kognitif oleh masing-masing guru kepada peserta didik.

Setelah peserta melakukan kerja kelompok, peserta mempresentasikan masing-masing hasil kerja. Agar peserta bersemangat dan tetap fokus pada sesi presentasi, pemateri melakukan sesi ice breaking bersama peserta.

Setelah seluruh kelompok melaksanakan presentasi hasil kerja, sesi ditutup dengan tanya jawab yang disambut antusias peserta dengan memberikan pertanyaan dan berdiskusi bersama pemateri. Sebagai bagian dari akhir sesi, pemateri menyampaikan kesimpulan materi dan memberikan penguatan mengenai pengalaman dan informasi bermakna dari pelatihan.

BACA JUGA : Pascasarjana dan CI UNESA Adakan Sarasehan Penguatan Kompetensi Pengajar Bahasa Mandarin dari Tiongkok

Pelatihan ini akan ditindaklanjuti dengan sesi coaching clinic secara asinkronus dan jika dimungkinkan dilaksanakan secara sinkronus untuk memberikan pembimbingan dan pendampingan kepada peserta pelatihan. (Adv/JM01)