Gubernur Jatim Khofifah Dipastikan Positif Covid-19

0
188
Gubernur Khofifah Positif Covid-19
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa Positif Covid-19

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa positif Covid-19. Hal ini diumumkan melalui akun media sosial Instagram @khofifah.ip, Sabtu (2/1/2021).

“Berdasarkan hasil swab regular mingguan, saya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19. Tidak ada gejala yang saya rasakan,” tulis Khofifah dalam akun Instagram tersebut

Karena tak bergejala, saat ini Khofifah sedang melakukan isolasi mandiri, meski belum diketahui pasti apakah di rumah pribadi atau di rumah dinasnya.

Baca juga : Mandiri Syariah Sumbang ATM Beras untuk Program Jogo Masjid di Masjid…

Sementara terkait roda pemerintahan di Provinsi Jawa Timur, Khofifah menyatakan sudah melakukan koordinasi bersama dengan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Sekretaris Daerah Provinsi Jatim Heru Tjahjono.

“Segala tugas pemerintahan tetap bisa saya koordinasikan bersama Wagub, Sekda, dan para OPD (organisasi perangkat daerah). Mohon doa, agar saya bisa segera sembuh dan beraktivitas seperti sedia kala,” ujarnya.

Khofifah juga menyampaikan pesan agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca juga : Apa Anda Calon Penerima Vaksin Gratis ? Cek Disini

“Jangan pernah menyepelekan virus ini. Semoga Allah SWT melindungi kita semua dan bangsa Indonesia. Amin,” pungkasnya.

Terkait hal ini,  Pemprov Jatim belum bisa memastikan sang gubernur terpapar virus corona dari mana dan kontak erat dengan siapa, karena selama ini, kegiatan Khofifah dalam sebulan terakhir sangat padat dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi.

Baca juga : Mahasiswa ITS Rancang Aplikasi Anti Covid

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jatim, Aries Agung Paewai, saat dikonfirmasi mengatakan tidak tahu kenanya di mana karena aktifitas Ibu Gubernur sangat tinggi.

“Satu bulan ini beliau full dengan kegiatan, termasuk melakukan pengecekan langsung beberapa rumah sakit untuk penanganan pasien Covid-19, serta fokus dalam pemulihan ekonomi di Jawa Timur yang sering berinteraksi dengan masyarakat,” katanya. (JM01)