Mahasiswa ITS Rancang Aplikasi Anti Covid

0
20
ITS Rancang Aplikasi Anti Covid
ITS Rancang Aplikasi Anti Covid

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Meskipun Indonesia telah menerapkan kebijakan new normal atau kebiasaan baru, namun realitanya jumlah pasien positif Covid-19 masih mengalami peningkatan. Guna mengatasi permasalahan tersebut, tiga mahasiswa (Rosalia Kurniasari, Belinda Kezia Purwanto, dan M Dinandya Hendrico) dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuat sebuah aplikasi bernama Anti Covid, yang menawarkan perlindungan diri dari Covid-19.

Mereka yang tergabung dalam Tim Hore ini, membuat sebuah inovasi berupa aplikasi yang bekerja sama dengan tenaga medis dan relawan, dimana salah satu fitur unggulan Anti Covid ini adalah layanan rapid test dari rumah.

Rosalia Kurniasari selaku ketua tim menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia masih belum memenuhi aturan protokol kesehatan dan tidak paham mengenai prosedur rapid test.

“Dan sebagian besar masyarakat juga takut untuk melakukan rapid test di rumah sakit, karena melihat kemungkinan terjangkit virus Covid-19 di rumah sakit sangat tinggi,” ungkapnya.

Baca juga : Pandemi Justru Tingkatkan Jumlah Investor Pasar Modal

Padahal, lanjut Rosa, pada era new normal ini banyak kepentingan yang membutuhkan hasil rapid test, misalnya saat akan menaiki kendaraan umum seperti kereta.

“Oleh karena itu, tim Hore menyediakan fitur seperti layanan rapid test dari rumah, sehingga masyarakat itu tidak perlu khawatir terkena virus Covid-19 dari rumah sakit,” terang Rosa.

Ketika pengguna telah melakukan rapid test maka hasilnya dapat diunduh melalui aplikasi. Apabila pengguna dinyatakan positif, maka pasien akan diberi peringatan isolasi mandiri yang akan diawasi oleh tenaga kesehatan selama 14 hari sesuai dengan aturan yang ada.

Selain itu, masih menurut Rosa, ada beberapa fitur lain yang ditawarkan, seperti pengguna dapat melakukan konsultasi terkait Covid-19 secara daring dengan tenaga medis, maupun mengetahui berita kesehatan terbaru khususnya mengenai info Covid-19.

Baca juga : BPJS Kesehatan Bakal Hapus Kelas Peserta

“Aplikasi Anti Covid ini juga dapat membantu mencegah penularan dengan social distancing. Karena aplikasi ini dilengkapi dengan sistem director finding, sehingga mampu melacak lokasi pengguna,” jelasnya, sambil menambahkan apabila terdapat dua pengguna atau lebih dalam jarak berdekatan, maka akan muncul notifikasi berupa peringatan untuk saling berjaga jarak satu sama lain.

Teknologi yang digunakan untuk melacak lokasi pengguna yaitu menggunakan fitur Bluetooth 5.1 dengan dilengkapi BLE (Bluetooth Low Energy), sehingga tidak banyak menguras baterai ponsel. Selain itu, aplikasi berbasis mobile ini dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan framework JQuery Mobile.

Harapannya, ide ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi aplikasi yang sebenarnya, shingga dapat membantu melindungi dan mengedukasi masyarakat. Termasuk mempermudah pelayanan kesehatan, apalagi di masa pandemi era new normal seperti sekarang ini.

Baca juga : Survei Unicef : 9 dari 10 Siswa Ingin Kembali Sekolah

“Tetap saja, semua ini juga perlu dukungan berupa kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan yang berlaku,” pungkas Rosa. (JM01)