Gubernur Khofifah Dorong Terwujudnya Pamong Praja Kerja Cepat, Cerdas dan Extraordinary

0
4
Gubernur Khofifah Dorong Terwujudnya Pamong Praja Kerja Cepat, Cerdas dan Extraordinary
Gubernur Khofifah Dorong Terwujudnya Pamong Praja Kerja Cepat, Cerdas dan Extraordinary

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menginginkan agar pamong praja yang  akan dan telah  menjadi  pemimpin  di instansi mereka masing-masing harus mampu bekerja cepat, cerdas serta bekerja secara extraordinary (luar biasa). Caranya, yakni lewat lompatan inovasi yang luar biasa dalam memberikan pelayanan birokrasi kepada masyarakat.

“Sesuai arahan Bapak Presiden Jokowi, Aparatur Sipil Negara (ASN) harus berganti channel dari yang selama ini biasa-biasa saja menjadi extraordinary, bekerja cepat, cerdas dan detail,” ungkapnya saat memberikan materi dalam Workshop Pembekalan Nilai-Nilai Integritas dan Inovasi Kepamongprajaan dalam meningkatkan Pelayanan Masyarakat di Pemerintahan Daerah Kab/Kota se-Jatim dengan tema Tantangan Birokrasi di Era New Normal yang dilaksanakan di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jatim, Jumat (9/4/2021).

Gubernur Khofifah mengatakan, para ASN hari ini masih  ada yang bekerja menunggu adanya petunjuk pelaksanaan (juklak) atau petunjuk teknis (juknis) yang dirasa sangat menghambat inovasi kreatifitas birokrasi. Banyaknya obesitas dalam regulasi juga dapat menghambat kinerja birokrasi.

Untuk itu, lanjutnya, ASN hari ini harus mampu melompat melalui format-format atau program-program yang produktif dengan memperhatikan aturan atau regulasi yang ada.

“Saya melihat di Permendagri ketika para ASN ingin melakukan lompatan inovasi harus segera dilakukan agar harapan Pak Presiden mewujudkan cara kerja extraordinary, cerdas dan cepat  bisa tercapai,” ungkapnya.

Baca juga : SD Al Islam Al Falah Surabaya Gelar Pondok Romadhon Virtual

Gubernur Khofifah juga menjelaskan, salah satu cara untuk mewujudkan kinerja cepat, cerdas dan extraordinary adalah lewat perubahan budaya kerja di masing-masing instansi. Ekosistem tersebut menjadi penting dalam mengoptimalkan kerja cepat, cerdas, inovatif dan profesional. Selain juga perlu dilakukannya kerja super tim.

“Kalau ada pandemi seperti saat ini bukan hanya ranahnya Dinas Kesehatan saja. Terjadinya pelemahan sektor ekonomi, juga sektor pendidikan yang melakukan sistem belajar mengajar secara daring juga harus bisa menyesuaikan. Bahkan backbone ekonomi Jatim saat ini adalah KUMKM yang berbasis online, maka teknologi di birokrasi harus segera disesuaikan,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Akmal Malik menyampaikan, perlunya perubahan dalam lingkungan ASN untuk mengatasi permasalahan ekonomi akibat pandemi.

Baca juga : Indonesia Terima 1,6 Juta Dosis Vaksin untuk Lindungi Anak-Anak dari Pneumonia

“Selaras dengan yang disampaikan Bu Gubernur tadi, bahwa nantinya tulang punggung ekonomi adalah UMKM. Kita harus kembangkan bisnis kecil hingga menengah itu, agar bisa membuat Jatim keluar dari krisis ekonomi pasca pandemi,” katanya.

Halaman selanjutnya: Akmal juga mengatakan…