Gubernur Khofifah Minta Gerak Cepat dan Jemput Bola Percepat Vaksinasi Lansia

0
7
Gubernur Khofifah Minta Gerak Cepat dan Jemput Bola Percepat Vaksinasi Lansia
Gubernur Khofifah Minta Gerak Cepat dan Jemput Bola Percepat Vaksinasi Lansia

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Capaian  angka vaksinasi untuk lansia di Jatim masih harus terus digenjot, membuat Pemprov Jatim terus mencari langkah percepatan guna mencapai target vaksin lansia seratus persen di ahir Juni 2021.

Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Prov. Jatim, hingga minggu kemarin, vaksinasi untuk lansia di Jatim masih 23,27 % dari total target sasaran sebanyak 2.551.433 orang.

Sementara jumlah vaksinasi dosis pertama untuk lansia di Jatim sendiri masih 600.930 dosis dengan prosentase 23,55 %. Sedangkan untuk vaksinasi dosis kedua tercatat 271.331 dosis dengan prosentase 10,63 %.

Melihat hal tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memerintahkan kepada jajarannya untuk jemput bola dan memperluas sosialisasi kepada masyarakat serta turun langsung ke daerah. Khusus kategori lansia, Gubernur Khofifah minta adanya pendekatan dan pendampingan untuk meyakinkan agar tidak ada kehawatiran.

Baca juga : Surabaya Diurutan Enam untuk Kota yang Punya Nilai Toleransi Tertinggi

“Kalau bisa berbagi tugas dengan ASN, toga dan tomas untuk jemput bola, diikuti sosialisasi lebih masif secara langsung melalui berbagai media dengan mendatangi titik-titik tertentu atau diselenggarakan terpusat di satu tempat,” kata hofifah.

Lebih lanjut, Khofifah mencontohkan, pendekatan yang bisa dilakukan adalah melalui para tokoh agama dan tokoh masyarakat yang telah melakukan vaksinasi. Hal ini sebagai upaya untuk memberikan rasa yakin dan aman terhadap vaksin dan kehawatiran efek yang ditimbulkan setelah vaksin.

Selain itu, ia juga mengingatkan bahwa masih banyak Ulama dan pengasuh pondok pesantren   yang belum mendapatkan vaksin Covid-19. Oleh karena itu, dirinya mengimbau seluruh pihak bekerjasama dan memastikan kesiapan vaksinator serta stock vaksin aman di setiap daerah.

Baca juga : Daihatsu Rocky Akhirnya Diluncurkan di Surabaya

“Tenaga kesehatan, TNI, Polri harus bekerja sama untuk percepatan vaksinasi lansia. Dinkes Jatim juga harus memastikan Dinkes Kab/Kota siap. Serta pastikan juga para vaksinatornya siap dan stock vaksin di kab/kota aman,” imbuhnya.

Percepatan Vaksin bagi Guru Jelang PTM

Sementara itu, percepatan vaksinasi di sektor pelayanan publik utamanya guru juga tak luput menjadi penekanan Khofifah. Jelang diberlakukannya pembelajaran tatap muka (PTM), Juli mendatang, tercatat 82.995 guru SMA/SMK/SLB di Jatim telah divaksin. Dari total sasarannya sebanyak 121.924, tercatat 40.572 guru masih belum menerima vaksin Covid-19.

Hampir sama dengan vaksinasi untuk lansia, vaksinasi untuk guru SMA/SMK/SLB di bawah naungan Pemprov Jatim juga menemukan kendala dalam pelaksanaannya. Meski demikian, Khofifah tetap mengaku optimis bahwa angka tersebut akan terus naik dan bisa mencapai target.

“Tinggal 30 % yang belum, dan akan kami masifkan vaksinasinya,” sebutnya.

Baca juga : Pemerintah Resmi Batalkan Pemberangkatan Jemaah Haji 2021

Diketahui, untuk total stok vaksin di kab/kota se-Jatim hingga saat ini penerimaan dan pemakaiannya mencapai 2.590.546 dosis. Total stok setelah dikurangi pemenuhan dosis kedua adalah 1.115.126 dosis. Sehingga, untuk mencapai target 9 Juta vaksinasi, Jatim harus melakukan 188.291 suntikan per-harinya terhitung mulai 3 Juni-30 Juni 2021 mendatang. (JM01)