Gubernur Khofifah : Perangkat Daerah Wajib Berinovasi dalam Pencapaian Kinerja Melalui Transformasi Digital

0
8
Perangkat Daerah Wajib Berinovasi dalam Pencapaian Kinerja Melalui Transformasi Digital
Khofifah : Perangkat Daerah Harus Berinovasi dalam Pencapaian Kinerja Melalui Transformasi Digital

Kota Batu, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan agar Perangkat Daerah dan kabupaten/kota dapat fokus pada pencapaian prioritas pembangunan daerah. Hal tersebut dapat dicapai melalui kolaborasi rembug nyekrup dalam pelaksanaan program pembangunan yang bersinergi serta mengoptimalkan pemanfaatan transformasi digital dalam pencapaian kinerja.

Khofifah juga menjelaskan, Indeks Reformasi Birokrasi menjadi indikator kinerja utama, serta telah tertuang dalam RPJMD. Sedangkan tujuan utama Reformasi Birokrasi adalah mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel, birokrasi yang kapabel dan pelayanan publik yang prima.

“Penerapan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) merupakan upaya percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi,” ujarnya, dalam acara Penyerahan Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) Perangkat Daerah Provinsi dan Penghargaan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIk) serta Kompetisi Kelompok Budaya Kerja (KBK) di Singhasari Resort Batu, Jumat (13/11/2020).

Baca juga : Gubernur Khofifah Terima Bintang Mahaputera Utama dari Presiden karena Dinilai Berjasa Bagi Indonesia

Dalam penerapan SAKIP, lanjut Khofifah, Perangkat Daerah mengalami peningkatan dari tahun tahun sebelumnya. Ini terlihat dengan semakin meningkatnya Perangkat Daerah yang mendapatkan nilai kategori AA dan A, sedangkan 4 (empat) Perangkat Daerah lainnya dengan Kategori BB.

Perangkat Daerah Wajib Berinovasi dalam Pencapaian Kinerja Melalui Transformasi Digital
Perangkat Daerah Wajib Berinovasi dalam Pencapaian Kinerja Melalui Transformasi Digital

“Seiring dengan bertambahnya Perangkat Daerah yang semakin baik dalam penerapan SAKIP, diharapkan berdampak positif terhadap pencapaian pembangunan daerah,” jelasnya.

Khofifah juga berharap, Perangkat Daerah terus berupaya mengoptimalkan penerapan SAKIP dan terus mendorong efektivitas dan efisiensi, terutama dalam kondisi pandemi covid-19 seperti sekarang ini. Setiap Perangkat Daerah harus berinovasi dalam pencapaian kinerja melalui transformasi digital agar saling sinergi dan saling terkoneksi.

“Kedepannya, setiap Perangkat Daerah harus dapat beriringan melakukan literasi digital. Kita juga harus mengubah mindset bekerja, dari mental menyerap anggaran menjadi mental memberi manfaat dari hasil kerja yang dilakukan,” terang Khofifah.

Baca juga : Resmikan Wisata Edukasi Berkuda dan Panahan Kalidawir Sidoarjo, Khofifah Ajak Masyarakat Kenali Potensi Desa

Selain itu, lanjut Gubernur Khofifah, penerapan SAKIP untuk percepatan pelaksanaan Reformasi Birokrasi membutuhkan penerapan Budaya Kerja yang berperan sebagai role model terciptanya perubahan pola pikir dan budaya kerja aparatur negara menjadi budaya yang berorientasi hasil.

“Budaya Kerja ASN diharapkan akan berorientasi pada produktivitas kerja dan kinerja yang tinggi untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” urainya.

Gubernur yang baru saja menerima penghargaan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Joko Widodo ini menegaskan sebagai bentuk upaya peningkatan budaya kerja, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berusaha menumbuhkan embrio melalui pembentukan Kelompok Budaya Kerja pada setiap unit kerja di Perangkat Daerah dan Kabupaten/Kota di Jawa Timur.

“Tahun ini Kelompok Budaya Kerja yang aktif dan berprestasi mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya, Tahun 2019 terdiri dari 120 KBK dan pada tahun 2020 meningkat menjadi 190 KBK yang aktif dan berprestasi,” tegasnya.

Baca juga : Gubernur Khofifah: Jatim Sudah Buktikan PSBM Lebih Efektif Tekan Penyebaran Covid-19

Sementara itu, untuk mendorong penciptaan inovasi dan menumbuhkan suasana kompetitif antar daerah/instansi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengadakan Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KOVABLIK) Jawa Timur.

“Tujuan kompetisi adalah untuk menjaring inovasi pelayanan publik baik dari Perangkat Daerah Provinsi maupun dari Kabupaten/Kota, menggunakan inovasi pelayanan publik yang terpilih sebagai sumber transfer pengetahuan/replikasi inovasi pelayanan publik serta memberikan manfaat dalam mendorong dan mempercepat pencapaian program pemerintah melalui one agency one innovation,”paparnya. (JM01)