Pertamina Perluas Program Langit Biru ke 11 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

0
29
Program Langit Biru Diperluas ke 11 Kabupaten
Program Langit Biru Diperluas ke 11 Kabupaten

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Program Langit Biru (PLB) sebagai bentuk edukasi merupakan wujud dukungan Pertamina kepada Pemerintah sesuai Peraturan Pemerintah No. 41 tahun 1999 tentang Pengendalian Pencemaran Udara, yang perlu menjadi perhatian seluruh pihak.

Upaya mengurangi pencemaran udara, dapat dilakukan melalui pengendalian emisi gas buang kendaraan bermotor. Salah satunya dengan penggunaan BBM yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan.

Setelah pekan lalu PLB digulirkan di 5 kabupaten/kota di Jawa Timur, pekan ini Pertamina memperluas program promo tersebut ke 11 kabupaten/kota lainnya.

Baca juga : Pertamina Tambah 8 Titik Outlet Pertashop

Section Head Communication & Relation Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, Ahad Rahedi mengatakan, PLB hadir untuk mengajak masyarakat merasakan langsung penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dengan kualitas yang lebih baik, dalam rangka meningkatkan kualitas lingkungan dengan udara yang bersih dan sehat.

Program Langit Biru Diperluas ke 11 Kabupaten
Pertamina Perluas Program Langit Biru ke 11 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

“Pada PLB, Pertamina memberikan promo khusus pembelian Pertalite seharga Premium yaitu Rp 6.450,- per liter. Promo ini berlaku di 211 SPBU bertanda khusus promo PLB, di sebelas wilayah tersebut,” ujar Ahad, Jumat (13/11/2020).

Perluasan PLB yang akan dimulai pada hari Sabtu (14/11/2020) ini, untuk Kota Surabaya ada sebanyak 61 SPBU, Kab. Sidoarjo (46 SPBU), Kab. Tuban (6 SPBU), dan untuk Kab. Malang (34 SPBU).

Sedangkan wilayah yang di mulai pada Minggu (15/11/2020 diantaranya; Kota Probolinggo (5 SPBU), Kota Situbondo (10 SPBU), Kota Lumajang (7 SPBU), Kab. Trenggalek (9 SPBU), Kab. Tulungagung (28 SPBU), Kab. Pacitan (2 SPBU), dan Kota Blitar (3 SPBU).

Baca juga : Sudah 759 SPBU Pertamina di Jatim Terapkan Digitalisasi

“Pekan lalu, PLB telah digulirkan di wilayah Kabupaten Pasuruan, Gresik, Probolinggo, Banyuwangi, dan Kota Malang,” tambahnya.

Ahad juga menjelaskan, BBM yang lebih berkualitas memiliki kadar oktan (Research Octane Number atau disingkat RON) tinggi, sehingga lebih ramah lingkungan karena rendah emisi. Selain itu, BBM yang lebih berkualitas akan berdampak positif terhadap performa kendaraan serta lebih irit konsumsi BBM karena pembakaran di ruang mesin lebih sempurna.

“Karena itu, Pertamina terus mendorong penggunaan produk BBM berkualitas yakni Pertalite dengan RON 90, Pertamax RON 92 dan Pertamax Turbo RON 98,” lanjut Ahad.

PLB ini berlaku untuk konsumen kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga, serta angkutan umum kota (angkot), dan taksi plat kuning. Dengan demikian diharapkan bisa menjadi contoh bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan beralih ke bahan bakar berkualitas.

“Selain itu dengan harga khusus, kami mengajak pengendara untuk mendapatkan customer experience, bahwa dengan BBM berkualitas mesin kendaraannya lebih awet dan bertenaga,” ujarnya.

Baca juga : Pertamina akan Hapus Premium dan Pertalite. Ini Jawaban Menteri ESDM

Program Langit Biru yang sebelumnya sudah diterapkan di Kota Denpasar sejak Juli lalu, ternyata mendapatkan animo positif dari masyarakat yang terlihat dari trend konsumsi produk BBM yang lebih ramah lingkungan yaitu produk Perta-series (Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo) yang terus meningkat sejak program ini digulirkan.

Selain mencatatkan peningkatan jumlah konsumsi Perta-series, dengan bergulirnya PLB, perubahan indeks kualitas udara (Air Quality Index atau AQI) juga tercatat semakin baik, yang ditunjukkan dengan nilai yang semakin kecil.

Di Kota Denpasar sebelum PLB dijalankan, tercatat indeks kualitas udara di Denpasar rata-rata di angka 67. Hingga Tanggal 3 November 2020 yang lalu, tercatat rerata mulai dari 30 hari sebelumnya, indeks kualitas udara di Kota Denpasar turun ke angka 56.

Trend yang sama juga teramati di Kota Malang, dimana sebelum PLB dijalankan (5/11/2020), tercatat indeks kualitas udara di angka 72. Namun sepekan setelah PLB berjalan (12/11/2020), indeks kualitas udara Kota Malang semakin baik dengan angka 48. (JM01)