Hanya Dalam Waktu Enam Bulan, RedDoorz Sudah Punya Sembilan Properti Sans Hotel

0
22
Hanya Dalam Waktu Enam Bulan, RedDoorz Sudah Punya Sembilan Properti Sans Hotel
Hanya Dalam Waktu Enam Bulan, RedDoorz Sudah Punya Sembilan Properti Sans Hotel

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Platform multi-brand akomodasi dan perhotelan, RedDoorz, mengumumkan penambahan jaringan hotel berkonsep milenialnya, Sans Hotel, menjadi sebanyak sembilan properti di enam kota besar di Indonesia.

Sans Hotel yang baru saja diluncurkan pada November 2020, awalnya hanya memiliki lima properti di empat kota, yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta. Pada hari Senin (7/6/2021) lalu, RedDoorz mengumumkan bahwa Sans Hotel juga secara resmi tersedia di Bandung dan Cirebon.

Penambahan properti ini, seperti disampaikan Vice President of Operations RedDoorz, Adil Mubarak, berdasarkan adanya permintaan yang tinggi dari pelanggan kalangan milenial. Bahkan data menunjukkan tingkat okupansi penginapan Sans Hotel meningkat hingga 2,5% setelah kurang lebih enam bulan diluncurkan.

“Maka dari itu, RedDoorz menambah properti Sans Hotel di Bandung dan Cirebon dan satu properti lagi di Yogyakarta untuk memenuhi kebutuhan akomodasi para traveler milenial dengan 50 total kamar baru,” ujarnya.

Baca juga : Toyota Raize Andalkan Kecanggihan dan Keamanan Tingkat Tinggi

Adil juga menjelaskan, memahami kebutuhan milenial dan gen Z akan akomodasi yang aman, nyaman, dan relevan, kemudian mengembangkan Sans Hotel sebagai jawaban atas kebutuhan tersebut, pihaknya berencana untuk memperbanyak properti Sans Hotel di destinasi favorit para milenial.

Paduan nuansa colorful, modern, dan minimalis yang identik dengan gaya milenial dan gen Z pun akan menyambut pelanggan sesampainya di Sans Hotel. Selain itu, kopi susu kekinian dan teh camomile juga disediakan Sans Hotel sebagai welcome drink, menjadikan Sans Hotel sebagai hotel ideal bagi para milenial dan gen Z.

Di saat yang bersamaan, Sans Hotel juga mengumumkan kerja samanya dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) di Bandung, dimana bersama dengan PHRI, Sans Hotel memperkenalkan diri kepada para pemilik hotel yang ada di Jawa Barat dan juga memberikan informasi terkait bisnis perhotelan RedDoorz.

Baca juga : MG Resmikan Outlet MG Sutoyo Malang

RedDoorz, lanjut Adil, membuka peluang untuk para pemilik hotel yang ingin mengembangkan bisnis perhotelannya dengan berkolaborasi dengan Sans Hotel melalui kerja sama co-branding. Dengan kerja sama ini, menurutnya, para pemilik hotel bisa merasakan peningkatan rata-rata harga jual kamar (average daily rate) dan tingkat hunian kamar. Karena hingga hari ini, rata-rata tingkat okupansi penginapan mitra properti yang tergabung dengan Sans Hotel telah mengalami peningkatan dua kali lipat dalam rentang waktu tiga bulan.

“RedDoorz sebagai platform multi-brand akomodasi dan perhotelan terbesar di Asia Tenggara terus mencari para pemilik hotel yang ingin berkembang bersama kami. Tentunya akan kami support sepenuhnya untuk mencapai tujuan bersama dalam menyediakan properti yang beragam kepada masyarakat Indonesia,” jelas Adil.

Sementara untuk memastikan kesehatan para staf hotel dan pelanggan, Sans Hotel telah mengimplementasikan HygienePass, program sertifikasi yang diinisiasi RedDoorz dan mitra propertinya dan bekerja sama dengan Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI). Sertifikasi HygienePass terbuka untuk seluruh pemilik bisnis hotel di Indonesia, terlepas dari asosiasi merek apa pun, guna menetapkan standar kebersihan di seluruh industri perhotelan dan menekan angka penyebaran Covid-19 di klaster hotel.

Baca juga : Pakar Epidemologi UNAIR Tekankan Testing dan Tracing di Pulau Madura

“Saat ini, sudah lebih dari 700 properti RedDoorz, termasuk Sans Hotel, di 70 kota di Indonesia telah memperoleh sertifikasi HygienePass,” terang Adil. (JM01)