Ibu Hamil Kini Boleh Disuntik Vaksin Covid-19

0
125
Ibu Hamil Kini Boleh Disuntik Vaksin Covid-19
Ibu Hamil Kini Boleh Disuntik Vaksin Covid-19 (foto istimewa)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Ibu hamil kini bisa direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Pusat Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), dr Ari K Januarto SpOG(K)-Obginsos dalam keterangan resminya, Jumat (25/6/2021).

“Mendapatkan vaksinasi dalam kehamilan akan mencegah ibu yang sedang hamil bergejala berat bila terpapar Covid-19,” kata Ari.

Surat rekomendasi POGI yang membolehkan ibu hamil untuk divaksin Sinovac ini juga dibagikan oleh dokter penyakit dalam Dr Fadrji di laman instagramnya.

Dalam surat rekomendasi itu disebutkan jika pemberian vaksinasi yang dipercepat dan diperluas pada :

  1. Ibu hamil dengan risiko tinggi yakni usia di atas 35 tahun, memiliki BMI di atas 40, dengan komorbid diabetes dan hipertensi
  2. Kelompok ibu hamil risiko tinggi terpapar, terutama tenaga kesehatan
  3. Pada ibu hamil dengan risiko rendah setelah mendapatkan penjeleasan dari petugas kesehatan dan bersedia atas pilihannya untuk melaksanakan vaksinasi covid-19.

Mekanisme vaksin Covid-19 bantu produksi antibodi ibu yang sedang hamil Dalam rekomendasi POGI tersebut, dijelaskan bahwa ada alasan vaksin Covid-19 bisa membantunya dalam mempertahankan diri dari potensi buruk jika terinfeksi Covid-19.

Baca juga : OJK : Percepatan Vaksinasi dan Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Dorong Pemulihan…

Ari menjelaskan, dosis vaksin yang masuk ke dalam tubuh akan masuk ke dalam set, kemudian ditangkap oleh APC atau sel penyaji antigen dan di pecah menjadi peptide kecil yang diikat oleh MHC, setelah itu akan dipresentasikan ke sel T helper (CD4). Sel CD 4 akan merangsang set limfosit-B untuk mengeluarkan berbagai macam sitokin yang kemudian berkembang menjadi sel plasma untuk memproduksi antibodi. Antibodi yang diproduksi adalah IgM (antibodi M), IgG (antibodi G), dan netralisasi antibodi (neutralizing antibody). Proses ini mencapai waktu kurang lebih 2 minggu.

“Bila kita sudah melakukan vaksinasi Covid-19, maka jika terjadi infeksii Covid-19, tubuh yang sudah memiliki sel B memori akan lebih cepat mengenal antigen tersebut, sehingga antibodi netralisasi akan segera terbentuk dalam waktu singkat,” tambahnya.

Ari juga menegaskan, perlindungan terhadap ibu hamil dan tenaga kesehatan sebagai garda terdepan merupakan hal penting. Oleh karena itu, upaya mempercepat dan memperluas vaksinasi dapat menjadi bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

Halaman selanjutnya: Disisi lain, Centers for Diseases Control and Prevention