
Lebih lanjut, Khofifah mengatakan, ini merupakan bagian dari program Klinik BUM Desa dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinas PMD) Jatim. Pada pengembangannya juga berkolaborasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim.
Baca juga : Surabaya Bakal Punya Kereta Tanpa Rel. Ini Faktanya
“Kami harap dari pengembangan seperti Desa Wisata ini maka akan meningkatkan pendapatan masyarakat yang pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tetap semangat dan teruslah berinovasi. Desa Penanggal Kecamatan Candipuro ini akan menjadi pendukung wisata Bromo Tengger Semeru,” lanjut Khofifah.
Pemprov Jatim sendiri terus melakukan pendampingan bagi BUM Desa termasuk di Desa Candipuro, Desa Penanggal, Kecamatan Candipuro Lumajang ini. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan tata kelola pengembangan produk wisata, pelatihan penyusunan SOP oleh Tim East Java Ecotourism Forum, Pelatihan CHSE (Clean, Healthy, Safety, Environment Sustainibility) oleh Disbudpar Jatim.
Kemudian pelatihan digital marketing, content production, digital branding, optimasi media sosial dan manajemen keuangan BUMDesa, serta pelatihan packaging, jejaring usaha, dan penyusunan laporan keuangan.
Selain itu adapula pendampingan implementasi hasil pelatihan, bantuan buku panduan SOP produk wisata dan manajemen pengelola desa wisata, bantuan video promo produk wisata, dan bantuan produk wisata baru dengan nama ‘Warna Warni Lumajang’.
Baca juga : HUT Kota Surabaya. Ini Transformasi Wajah Kota Surabaya ke Depan Versi…
Dalam kesempatan ini Gubernur Khofifah juga menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Program Pemberdayaan BUMDesa Tahun 2021 kepada enam pemerintah desa masing-masing sebesar Rp. 75 juta. Keenam desa tersebut yakni Desa Jokarto Kec. Tempeh, Desa Sumberwuluh Kec. Candipuro, Desa Kraton Kec. Yosowilangun, Desa Tempeh Lor Kec. Tempeh, Desa Wonorejo Kec. Kedungjajang, dan Desa Jatiroto Kec. Jatiroto. (JM01)














