Ini Tips Aman Bersepeda Agar Terhindar dari Serangan Jantung

0
140
Ini Tips Aman Bersepeda Agar Terhindar dari Serangan Jantung
Ini Tips Aman Bersepeda Agar Terhindar dari Serangan Jantung (foto istimewa)

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Bersepeda bermanfaat bagi kesehatan jantung karena dapat menurunkan angka penyakit kardiovaskuler dan pembuluh darah jantung. Namun faktanya, tak jarang orang yang terkena serangan jantung justru ketika bersepeda.

Untuk itu, Dr. dr. Meity Ardiana SpJP(K)., FIHA., FICA., FAsCC., salah satu dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) memberikan tips aman saat bersepeda agar terhindar dari serangan jantung dan kejadian yang tidak diinginkan lainnya.

Pertama, dosen yang juga seorang dokter spesialis jantung dan pembuluh darah ini mengatakan, jika termasuk ke dalam individu yang berisiko dengan penyakit jantung maka, sebaiknya individu tersebut melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada ahli jantung.

“Individu yang berisiko dengan penyakit jantung maka dianjurkan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu kepada ahli jantung,” ucapnya, Senin (31/5/2021).

Baca juga : Jadi Pendukung Bromo Tengger Semeru, Ini Produk Wisata Baru di Desa…

Kedua, sambung dr. Meity, jika individu tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung, maka sebaiknya melakukan olahraga bersepeda secara bertahap. Tahapan tersebut didasarkan atas pertimbangan FITT (frequency, intensity, time, type).

“Misalnya awal mula bersepeda dapat dilaksanakan tiga kali seminggu kemudian bertahap hingga bisa dilakukan setiap hari atau tujuh kali seminggu,” lanjutnya.

Kemudian, terkait dengan intensity maka dapat diawali dengan intensitas yang ringan hingga intensitas yang menyesuaikan dengan kondisi tubuh individu.

“Penentuan intensitas dapat dilakukan berdasar Mets atau metabolic equivalents pada individu tersebut,” lanjut dr. Meity.

Baca juga : Presiden Jokowi Dorong Inisiatif P4G Harus Luar Biasa

Lalu, terkait dengan time atau berapa lama waktu untuk bersepeda, dr. Meity memberi contoh misalnya pada awal ditentukan hanya selama 20 menit saja kemudian akan dinaikkan secara bertahap sesuai dengan rekomendasi yang diberikan oleh dokter jantung.

Terakhir adalah terkait dengan type, misalnya pada awal hanya melakukan aerobic exercise seperti bersepeda namun ketika kemampuan individu sudah lebih baik maka dapat ditambah dengan tipe lain seperti resistance training yang digunakan untuk melatih kemampuan otot.

Sebagai penutup, dr. Meity mengingatkan masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan selama bersepeda. Dia menegaskan kepada masyarakat khususnya para pesepeda agar tetap menggunakan masker, rutin mencuci tangan dan jangan lupa untuk menjaga jarak.

Baca juga : HUT Kota Surabaya Ke 728, Gubernur Khofifah : Terus Jadi Kebanggaan…

“Jika yang dilakukan adalah bersepeda santai maka dianjurkan menjaga jarak sejauh 10 meter, jika bersepeda dengan speed (kecepatan, Red) yang lebih cepat maka dianjurkan untuk menjaga jarak sejauh 20 meter,” tutupnya. (JM01)