Home Umum Kejar Kemandirian Fiskal, Gubernur Khofifah Minta Kepala Daerah Berinovasi Genjot PAD

Kejar Kemandirian Fiskal, Gubernur Khofifah Minta Kepala Daerah Berinovasi Genjot PAD

0
76
Kejar Kemandirian Fiskal, Gubernur Khofifah Minta Kepala Daerah Berinovasi Genjot PAD
Kejar Kemandirian Fiskal, Gubernur Khofifah Minta Kepala Daerah Berinovasi Genjot PAD

Sidoarjo, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pemerintah daerah di Jatim, baik untuk jajaran Pemprov maupun kabupaten/kota se-Jatim untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD) sehingga kemandirian fiskal dapat segera diwujudkan.

“Kepala daerah harus terus mencari terobosan, inovasi, kreasi, supaya pendapatannya naik. Yang penting aturannya jelas dan tidak melenceng dari ketentuan,” ungkap Khofifah di BPK Jatim, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (22/2).

Menurut Khofifah ini penting, mengingat kemandirian fiskal akan memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk mandiri mengelola daerahnya sesuai dengan keadaan dan kondisi di wilayah masing-masing.

Baca juga : BI Jatim Dorong Program Integrated Farming Klaster Jagung di Madura

“Saya yakin banyak sumber-sumber PAD yang belum tergarap. Optimalkan semua potensi yang dimiliki agar kabupaten/kota memiliki  kemandirian fiskal. Dengan begitu, seluruh kepala daerah bisa menjalankan program kerja yang dimiliki,” Imbuhnya.

Khofifah mengatakan, kemandirian fiskal dilihat dari perbandingan antara Pendapatan Asli Daerah (PAD) dengan total penerimaan daerah. Di mana, semakin besar PAD yang dicapai suatu kab/kota, maka akan semakin besar pula tingkat kemandirian fiskal yang dimiliki.

“Karenanya perlu disusun master plan dan rencana aksi yang bisa membuat PAD kita semakin meningkat. Tentunya dengan landasan dan regulasi yang tepat sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.

Baca juga : Total Aset BankJatim Tembus 100 Triliun dan Cetak Sejarah

Khofifah menerangkan, bahwa salah satu inovasi yang bisa dilakukan adalah peningkatan mutu layanan masyarakat. Menurutnya, penyederhanaan birokrasi bisa menjadi langkah konkret dalam peningkatan PAD.

“Inovasi terdekat yang bisa kita lakukan adalah kualitas public service yang bisa kita tawarkan. Saya selalu bilang bahwa digitalisasi sistem merupakan suatu keniscayaan. Digitalisasi sistem bisa mengikis rumitnya birokrasi kita,” ucapnya.

BACA JUGA  Operasi Kehamilan Ektopik Quswatun Ditanggung Penuh JKN – KIS

Lebih lanjut Khofifah mencontohkan selain Pemprov Jatim, maka saat ini Kota Surabaya yang menjadi satu-satunya daerah tingkat dua di Jatim yang telah mencapai kemandirian fiskal. Capaian ini, kata Khofifah, sangat luar biasa karena menurut evaluasi BPK RI tahun 2020, hanya ada 2% pemerintah daerah di Indonesia yang masuk dalam kategori mandiri dalam hal kemandirian fiskal. Sedangkan, 443 dari 503 pemda belum dapat disebut mandiri.

Baca juga : Jelang Ramadhan, Gubernur Minta Imam, Muadzin, dan Marbot Masjid Se-Jatim Segera…

Di Jawa Timur saat ini  tercatat empat daerah menuju mandiri yaitu Kabupaten Gresik, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang dan Kabupaten Mojokerto.

“Alhamdulillah, di Jatim kita sudah punya role model sendiri, yakni Pemprov Jatim dan Kota Surabaya. Saya sangat mengapresiasi capaian ini. Sedangkan untuk kab/kota lain, kita bisa langsung mencontoh dari apa yang Pemkot Surabaya lakukan,” tutupnya. (JM01)