Kejar PTM Tahun 2022, Gubernur Khofifah Minta Vaksinasi Anak Usia 6-11 Dipercepat

0
3
Kejar PTM Tahun 2022, Gubernur Khofifah Minta Vaksinasi Anak Usia 6-11 Dipercepat
Kejar PTM Tahun 2022, Gubernur Khofifah Minta Vaksinasi Anak Usia 6-11 Dipercepat

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta pelaksanaan vaksinasi Covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di Provinsi Jawa Timur dipercepat. Menurutnya, percepatan ini akan sangat membantu pemerintah dalam mempersiapkan pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) tahun 2022.

“Hari ini adalah hari pertama kick off vaksinasi untuk anak-anak umur 6–11 tahun. Semoga ikhtiar ini dapat mempercepat pula PTM secara keseluruhan di Jawa Timur,” ujar Gubernur Khofifah di SDN Kaliasin 1, Kota Surabaya, Rabu, (15/12/2021).

Adapun jenis vaksin yang diberikan kepada anak-anak usia 6-11 tahun berjenis Sinovac dengan dosis 0,5 mg. Vaksinasi ini, kata Khofifah, dilakukan serentak di 5 kabupaten/kota, yakni Kota Surabaya sebanyak 25.741 siswa di 116 SD, Kabupaten Banyuwangi, 739 siswa , Kabupaten Ngawi 300 siswa, Kabupaten Pacitan 30 siswa dan Kabupaten Lamongan 90 siswa.

“Jadi, jumlah total vaksin yang diberikan kepada anak usia 6-11 tahun di 5 kab/kota hari ini sebanyak 27.322  siswa,” katanya.

Baca juga : Bank Indonesia Jatim Dukung Penuh Gresik Bandeng Festival 2021

Selain di 5 kab/kota, Gubernur Khofifah menyebut bahwa pelaksanaan vaksin  mulai besuk akan dilaksanakan bagi anak usia 6-11 tahun di 21 kabupaten/kota dengan mengacu pada capaian target vaksinasi umum mencapai minimal 70 persen dan vaksinasi lansia mencapai 60 persen minimal.

Kejar PTM Tahun 2022, Gubernur Khofifah Minta Vaksinasi Anak Usia 6-11 Dipercepat
Kejar PTM Tahun 2022, Gubernur Khofifah Minta Vaksinasi Anak Usia 6-11 Dipercepat

“Berdasarkan data Kemenkes RI dua hari yang lalu, tercatat 21 kab/kota capaian vaksin sudah diatas 70%  untuk umum dan 60% minimal untuk lansia. Tapi, data ini terus bergerak seiring dengan pergerakan capaian vaksinasi di seluruh kabupaten/kota,” tambah Khofifah.

Pelaksanaan vaksinasi anak berusia 6-11 tahun yang tersebar di 21 kabupaten/kota, yakni Kabupaten Banyuwangi, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Gresik, Kabupaten Jombang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Malang, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Pacitan, Kabupaten Sidoarjo dan Kabupaten Tuban.

Melihat antusias pemerintah di masing-masing kab/kota, Khofifah optimistis vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun bakal berjalan cepat. Terlebih Kemenkes RI dijadwalkan akan mengirim vaksin tambahan untuk anak usia 6-11 tahun di Jawa Timur hari ini Rabu (15/12/2021) yang akan langsung kirimkan ke kabupaten/ kota untuk segera digunakan sesegera mungkin.

Baca juga : Wagub Emil : Pemprov Jatim Siap Bermitra Majukan Masyarakat Jatim

“Insyaallah vaksin untuk anak umur 6–11 tahun datang siang nanti. Saya sudah pesan kepada Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk segera mendistribusikan vaksin ke seluruh  Dinkes kab/ kot untuk dikordinasikan dengan dinas pendidikan dan sekolah di Jatim terutama yang capaian vaksinasi umumnya sudah 70% dan vaksinasi lansianya sudah 60%,” tuturnya.

Khofifah juga turut mengajak peran serta orang tua agar mendukung pelaksanaan vaksinasi bagi anak-anaknya. Hal ini perlu diingatkan agar ketika pemerintah mulai menjalankan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), mereka sudah siap kembali ke sekolah. Selain itu, PTM memberikan efektivitas yang sangat tinggi bagi anak didik dalam mencapai prestasi akademik maupun non akademik.

“Mohon para orang tua bisa memberikan pemahaman dan izin kepada putra-putrinya umur 6–11 tahun agar mengikuti vaksinasi,” pesannya.

Baca juga : BPJS SATU Bisa Jadi Solusi Atasi Fraud

Adapun, penyelenggaraan vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun dilaksanakan sesuai instruksi Presiden dan mendapat rekomendasi dari Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), yang tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021, mengenai pelaksanaan vaksinasi virus Covid-19 yang diterbitkan Menteri Kesehatan RI Budi Guna Sadikin pada 13 Desember 2021. (JM01)