Komisi D DPRD Surabaya Minta Sekolah Beri Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Tekan Angka Pelecehan Pada Anak

0
11
Komisi D DPRD Surabaya Minta Sekolah Beri Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Tekan Angka Pelecehan Pada Anak
Komisi D DPRD Surabaya Minta Sekolah Beri Pendidikan Seksual Sejak Dini untuk Tekan Angka Pelecehan Pada Anak

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Komisi D DPRD Kota meminta setiap sekolah memberikan pendidikan seksual. Hal ini dikatakan Ketua Komisi D DPRD Surabaya, Khusnul Khotimah yang menyapaikan bahwa pendidikan seksual ini penting untuk menekan angka pelecehan seksual pada anak-anak.

“Ini penting untuk menekan atau bahkan menghilangkan pelecehan seksual terhadap anak. Dengan begitu, semoga Surabaya bisa dikatakan berhak mendapat predikat Kota Layak Anak,” ujarnya, Senin (17/7/2023).

Di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), Khusnul pun berkunjung ke salah satu sekolah di Surabaya yakni SDN Wonokusomo IV. Ia juga menekankan untuk membentuk karakter anak melibatkan orang tua.

“Nanti MPLS ada dua pekan yang diikuti oleh orang tua, dan kita tekankan membentuk karakter anak tidak semata mata diurus sekolah tapi juga Keluarga atau orang tua,”imbuhnya.

Khusnul menilai bahwa Momen MPLS ini sangat penting untuk anak Sekolah Dasar. Terlebih lagi perpindahan dari TK ke SD membutuhkan effort yang sangat besar.

“Biasanya kalau TK ya pulang jam 9 tidak ada pelajaran, sekarang kan beda. Tadi saya lihat anak-anak sudah bisa membaca,”ungkapnya.

Sementara itu, terkait masalah edukasi pendidikan seks dan kejahatan di lingkungan sekolah, Kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Wonokusomo IV, Riyo Dirmanto menyampaikan bahwa pihaknya fokus memberikan edukasi pendidikan seks dan kejahatan di lingkungan sekolah terutama untuk para orang tua murid.

BACA JUGA : DPRD Kota Surabaya Dorong Pemkot Tangani Anak Putus Sekolah

“Kadang soal jemput dan mejemput, orang tua tidak peduli dan tak dijemput. Sehingga ada celah. Maka kita yakinkan ke wali Murid selama dua minggu, kita pantau misal di grup WhatsApp wali murid, kita tanyakan penjemputan anaknya disekolah,” katanya.

Riyo menjelaskan bahwa pihaknya juga telah memberikan pendidikan kekerasan seksual terhadap anak-anak di sekolah.

“Untuk siswa di kelas 1 dan 2, kami memberikan edukasi seks dengan cara bernyanyi, seperti terkait cara bersentuhan. Kalau kelas 4 diajari menjaga kebersihan, misal mengganti celana dalam. Sementara kelas 5 dan 6 terkait cara pembuahan materi IPA, bagaimana ciri-ciri menstruasi perempuan,” terang Riyo. (Adv/JM01)