Mahfud MD : Pemerintah Bisa Paksa Masyarakat untuk Disuntik Vaksin Covid-19

0
351
Mahfud MD : Pemerintah Bisa Paksa Masyarakat untuk Disuntik Vaksin Covid-19
Menkopolhukam Mahfud MD (foto: istimewa)

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Pemerintah dapat memaksa setiap warga negara yang masuk dalam kriteria vaksinasi Covid-19 untuk disuntik vaksin. Hal ini ditegaskan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD.

Mahfud menjelaskan, legitimasi pemerintah terkait pemaksaan itu terletak pada usaha perwujudan imunitas kelompok atau herd immunity sebagai salah satu program kesehatan masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga : Sekdaprov Jatim Minta TNI/Polri Gencarkan Covid Hunter

“Anda boleh merasa tidak mau divaksin, tetapi itu melanggar hak asasinya orang lain untuk sehat. Maka negara bisa memaksa, tetapi tentu tidak selesai di situ perdebatannya,” ujar Mahfud dalam diskusi daring Kagama UGM tentang Vaksinasi Covid-19, Sabtu (16/1/2021).

Dasar pemaksaan oleh negara itu, menurut Mahfud, tertuang di dalam pasal 28 J UUD 1945 yang menyatakan bahwa setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain.

“Kalau anda merasa kesehatan itu hak anda. Hak asasi itu dibatasi dengan UU yang kemudian UU diturunkan lagi dalam kebijakan pemerintah dibatasi dengan UU untuk melindungi hak asasi orang lain,” ujarnya.

Baca juga : BPJS Kesehatan Surabaya Ajak Masyarakat Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan Tahun 2021 yang digelar secara virtual, Jumat (15/01/2021) malam, dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat menargetkan vaksinasi Covid-19 kepada 181,5 juta penduduk Indonesia bisa rampung sebelum akhir 2021.

“Saya telah memerintahkan agar proses vaksinasi kepada kurang lebih 181,5 juta rakyat Indonesia bisa diselesaikan sebelum akhir tahun 2021 ini,” kata Presiden Jokowi.

Terkait dengan keperluan vaksinasi ini, Presiden Jokowi menegaskan bahwa pemerintah telah mengamankan 426 juta dosis vaksin Covid-19 yang berasal dari empat perusahaan dan negara yang berbeda.

Baca juga : KPPU Jatuhkan Denda 22 Milyar pada PT. Conch South Kalimantan Cement

“Jadi di bulan Januari kurang lebih, ini kurang lebih bisa berubah lebih banyak, di Januari 3 juta, di Februari nanti 4,7 juta, di Maret 8,5 juta, April 16,6 juta, Mei 24,9 juta, di Juni 34,9 juta. Itu di dalam perencanaan yang telah kita buat, meskipun bisa berubah lebih banyak lagi kita harapkan,” ujarnya. (JM01)