Milledenials Luncurkan Video Musik “YouthLiFe”

0
13
Milledenials Luncurkan Video Musik “YouthLiFe”
Milledenials Luncurkan Video Musik “YouthLiFe”

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Band emogaze asal Bali, Milledenials, pada akhir Agustus hingga akhir September lalu telah melakukan tur yang menyambangi 14 kota di pulau Jawa. Hasil dokumentasi dari tur bertajuk “Youth Never Left Tour” tersebut akhirnya diolah menjadi video musik untuk lagu “YouthLiFe” yang baru saja dirilis pada Jumat (1/12/2023).

Disutradarai oleh Dharma Krisnahadi, video musik “Youth LiFe” menampilkan keseruan keempat personel Milledenials – Nadya Narita (vokal), Billy Sukmono (bass), Made Krisna (gitar), dan Bagus Aditya (gitar) – saat menjalani tur di kota-kota seperti Serang, Karawang, Jakarta, Cirebon, Semarang, Yogyakarta, Madiun hingga Surabaya.

Melalui rilis pers, Milledenials mengungkapkan bahwa konsep video musik tersebut ingin mencoba menggambarkan puncak keseruan masa muda para personelnya sesuai dengan judul lagu “YouthLiFe”.

“Awalnya terbersit ide dari Natha (manajer Milledenials) dan Omen (panggilan akrab sutradara Dharma Krisnahadi) untuk menggunakan footage pada saat tur kemarin sebagai bagian dari musik video. Proses penggarapannya pun bisa dibilang cukup natural karena Omen fokus pada momen-momen berkesan yang terjadi pada saat tur,” cerita Nadya.

Ia kemudian melanjutkan, selain itu juga diselipkan footage point of view-ku saat bernyanyi, sehingga orang-orang yang menonton video musik ini setidaknya dapat merasakan sedikit keseruan yang pihaknya rasakan saat itu.

Senada seperti yang diungkapkan Nadya, Dharma Krisnahadi mengatakan bahwa konsep video musik “Youth LiFe” ingin mengambarkan masa muda yang bebas dan menyenangkan sekaligus di saat yang bersamaan dipaksa menjadi dewasa oleh masyarakat atau pun orang-orang terdekat.

BACA JUGA : Hati-Hati !! Merusak Alat Peraga Kampanye Bisa Dipidana

“Dari sini terdapat dua visual yang saya kembangkan yaitu keseruan kegiatan personel Milledenials pada saat tur dan point of view yang saya lihat ketika mereka melakukan aktivitas-aktivitas setelah tur, hingga akhirnya kedua konsep ini dibuat menjadi full circle,” ujar Dharma Krisnahadi.

Sedangkan konsep mayoritas rekaman mentah yang memiliki resolusi rendah, diceritakan Dharma Krisnahadi karena salah satunya ingin mendapatkan hasil yang berbeda dari dokumentasi tur Milledenials sebelumnya. “Selain itu karakter footage tersebut juga sangat cocok dengan karakter visual Milledenials yang terinspirasi dari era 2000 awal,” ujar sosok yang kerap menjadi fotografer dan videografer Milledenials saat manggung tersebut. (JM01)