Misi Dagang Jatim di Kupang Tembus Rp1,882 Triliun, Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi KUB

0
5
Misi Dagang Jatim di Kupang Tembus Rp1,882 Triliun, Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi KUB
Misi Dagang Jatim di Kupang Tembus Rp1,882 Triliun, Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi KUB

Kupang, JATIMMEDIA.COM – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim) sukses besar menyelenggarakan Misi Dagang dan Investasi di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Kamis (6/11). Acara ini menghasilkan nilai transaksi fantastis senilai Rp1,882 triliun, mencetak rekor tertinggi dari total 46 pelaksanaan misi dagang Jatim di berbagai provinsi.

Keberhasilan ini tidak lepas dari peran aktif PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) sebagai BUMD terbesar di Jatim, yang turut hadir mendukung program tersebut.

Bertempat di Aston Kupang Hotel & Convention Center, acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur NTT Johni, serta jajaran Direksi Bank Jatim yang dipimpin oleh Direktur Utama Winardi Legowo.

Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menjelaskan bahwa misi dagang ini merupakan wadah penting untuk mempertemukan UMKM Jatim dengan pembeli antar daerah, serta menjadi gerbang pertukaran sosial budaya.

”Salah satu misi Bank Jatim pada kegiatan ini adalah membantu UMKM Binaan untuk memperluas jaringan pasar dan mendukung pemerintah dalam memperkuat jalinan perdagangan antara Provinsi Jawa Timur dan NTT,” paparnya.

Terdapat 3 UMKM binaan Bank Jatim yang diikutsertakan pada gelaran tersebut. Antara lain produk kue kering dari UMKM Rumah kue Obby, produk Kerupuk rambak dari UMKM Rambak Pak Djarwo dan produk  Batik dari UMKM Capem Asembagus . Produk – produk unggulan UMKM Binaan Bank Jatim ini diharapkan mampu memberikan manfaat sesuai kebutuhan masyarakat di daerah NTT.

Selain itu, sebagai tindak lanjut dari KUB, dalam kesempatan tersebut Bank Jatim juga melakukan tiga penandatanganan sekaligus dengan Bank NTT. Pertama, nota kesepahaman tentang pemanfaatan bersama produk, layanan, channel, dan kapabilitas. Kedua, perjanjian kerja sama tentang layanan prioritas. Ketiga, perjanjian tentang penggunaan jasa kustodian.

See also  Total Aset BankJatim Tembus 100 Triliun dan Cetak Sejarah

Menurut Winardi, kerja sama KUB bukan hanya memperluas jaringan bisnis, tetapi juga untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan dan mendorong pemerataan ekonomi. ”Ini merupakan suatu upaya penguatan struktur, ketahanan, dan daya saing industri perbankan yang nantinya dapat mencapai level yang lebih efisien menuju skala ekonomi yang lebih tinggi.”

Winardi juga menambahkan “Kerja sama seperti ini menjadi bukti bahwa antarbank daerah bisa saling memperkuat. Dengan KUB, daya saing meningkat tanpa kehilangan identitas lokal,” tegasnya.

Misi Dagang Jatim di Kupang Tembus Rp1,882 Triliun, Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi KUB
Misi Dagang Jatim di Kupang Tembus Rp1,882 Triliun, Bank Jatim dan Bank NTT Perkuat Sinergi KUB

Menanggapi aksi korporasi ini, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa kemitraan Bank Jatim dan Bank NTT bukanlah sekadar kerja sama administratif. Sebaliknya, ini merupakan wujud nyata sinergi kelembagaan antarbank pembangunan daerah (BPD) yang telah melalui pengawasan ketat dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). ”Langkah ini merupakan bagian dari komitmen besar Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam memperkuat ekosistem ekonomi regional melalui kolaborasi antarbank daerah,” ungkapnya.

Menurutnya, keberhasilan misi dagang di NTT ini menjadi bukti kuatnya konektivitas ekonomi antarwilayah. Misi dagang ini bukan sekadar ajang transaksi dagang, melainkan ruang memperkuat sinergi dan jejaring lintas daerah. Ragam komoditas yang diperdagangkan mencakup sektor pangan, peternakan, perikanan, pertanian, logistik, hingga peralatan industri dan material konstruksi.

”Kekuatan hubungan ekonomi ini tidak lepas dari harmonisasi sosial, kedekatan budaya, dan tingginya aktivitas pelaku usaha Jatim di NTT. Artinya, kekuatan ekonomi antara Jawa Timur dan NTT ini luar biasa. Banyak pelaku usaha dari Lamongan, Madura, hingga Banyuwangi yang aktif di sini, terutama di sektor kuliner. Ini bukti simbiosis antara penjual dan pembeli,” kata Khofifah. (JM02)