Nadiem Siapkan Insentif Jutaan Rupiah untuk Mahasiswa Lewat Program Kampus Mengajar

0
207
Nadiem Siapkan Insentif Jutaan Rupiah untuk Mahasiswa Lewat Program Kampus Mengajar
Nadiem Siapkan Insentif Jutaan Rupiah untuk Mahasiswa Lewat Program Kampus Mengajar

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, resmi meluncurkan program Kampus Mengajar, secara virtual melalui YouTube Kemendikbud RI, Selasa (9/2/2021).

Dengan program ini, Kementerian Pendidikan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan bantuan biaya kuliah Rp 2,4 juta per semester dan biaya hidup Rp 700.000 per bulan, bagi mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar.

Baca juga : Peringatan HPN 2021, Gubernur Khofifah Minta Kuantitas dan Kualitas Produk Pers…

“Melalui Kampus Mengajar 2021, saya ingin menantang kalian (mahasiswa,red) untuk mengatakan saya mau, yakni mau membantu mengubah tantangan tersebut menjadi harapan,” ungkap Nadiem.

Nadiem mengajak mahasiswa untuk beraksi selama 12 minggu atau satu semester untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah dasar, terutama di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), sekaligus mengasah kepemimpinan, kematangan emosional, dan kepekaan sosial.

Persayaratan yang dibutuhkan untuk mengikuti program ini diantaranya;

  • Mahasiswa semester 5 ke atas,
  • Memiliki pengalaman berorganisasi atau ikut kegiatan kampus,
  • Mendapatkan rekomendasi dari kampus.

Baca juga : Rekonstruksi Pasca Kebakaran, Wagub Emil Harap Pasar Pon Trenggalek Jadi Simbol…

Program ini merupakan kerja sama antara Kemendikbud dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang memungkinkan insentif kepada mahasiswa diberikan.

Secara akademis, bagi mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini akan mendapatkan pengakuan setara 12 SKS untuk 6 jam mengajar perhari dari Senin hingga Jumat.

Mendikbud Nadiem pun meminta perguruan tinggi untuk memfasilitasi dan mendukung mahasiswa yang akan mengikuti program ini serta juga bisa lulus tepat waktu.

Baca juga : Wahyu : Meski Agak Ribet, Tapi BPJS Kesehatan Sangat Membantu

“Perguruan tinggi harus merevisi kurikulum untuk memungkinkan mahasiswa menjalankan berbagai kegiatan Kampus Merdeka dan tetap lulus tepat waktu,” kata Nadiem. (JM01)