Panglima TNI Intruksikan Perketat Prokes di Wilayah RT Zona Merah

0
31
Panglima TNI Intruksikan Perketat Prokes di Wilayah RT Zona Merah
Panglima TNI Intruksikan Perketat Prokes di Wilayah RT Zona Merah (foto: istimewa)

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto didampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto, dan Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, melakukan kunjungan kerja dalam rangka implementasi dari tenaga tracer di kelurahan Kedung Baruk, Kecamatan Rungkut, Surabaya. Pada Kamis (11/2/2021).

Dalam kesempatan itu Panglima TNI  mengatakan bahwa tenaga tracer ini untuk membantu sampai dengan tingkat desa terkait dengan kasus Covid-19, baik melacak maupun melaksanakan isolasi apabila dinyanyikan Positif Covid-19.

Baca juga : Nadiem Siapkan Insentif Jutaan Rupiah untuk Mahasiswa Lewat Program Kampus Mengajar

Meski di Kampung Tangguh berbasis RT/RW yang dikunjungi ini kondisinya sudah menjadi wilayah hijau, namun fungsi dari tenaga tracer dari Babinsa dan Babinkamtibmas, termasuk unsur dari desa tetap melaksanakan tugas, meski hanya sebagai petugas Protokol Kesehatan (Prokes).

“Setiap saya lihat tadi setiap tamu yang masuk pun harus di tegur apabila tidak menggunakan masker, tapi disini sudah menggunakan masker jadi tidak ada yang ditegur, tinggal di awasi saja.” ujar Panglima TNI, sambil menghimbau warga untuk tetap melaksanakan prokes dengan ketat, untuk tetap mempertahankan dan menjaga zona hijau ini.

Baca juga : Seluruh Kab/Kota Jatim Akan Lakukan PPKM Berbasis RT/RW Berdasarkan Zonasi Mulai…

Sesuai laporan deri ibu Gubernur, lanjut Marsekal Hadi, di Jawa Timur ini yang masuk zona merah ada 210 RT.

“Dan saya sudah perintahkan kepada Pangdam termasuk koordinasi dengan bapak Kapolda untuk terus membombardir 210 RT tersebut, kita kroyok dengan melakukan pelacakan, melakukan isolasi, kemudian kita perketat dengan melaksanakan pembatas sosial dan tentunya dari pemerintah daerah akan mengeluarkan peraturan untuk hal tersebut,” tegasnya.

Baca juga : PPKM Mikro di Jatim Pakai Satuan Kampung Tangguh

Marsekal Hadi juga menyampaikan keyakinannya bahwa 210 RT tersebut, dengan sistem Kampung Tangguh yang berbasis RT/RW ini, bisa masuk menjadi wilayah hijau. (JM01)