Pecahkan Rekor MURI: UNESA Tetapkan Standar Baru Literasi Berbasis Bukti di Pendidikan Tinggi

0
11
Pecahkan Rekor MURI: UNESA Tetapkan Standar Baru Literasi Berbasis Bukti di Pendidikan Tinggi
Pecahkan Rekor MURI: UNESA Tetapkan Standar Baru Literasi Berbasis Bukti di Pendidikan Tinggi

Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mengirimkan sinyal kuat kepada dunia pendidikan tinggi nasional. Kampus ‘Rumah Para Juara’ ini tidak hanya mencetak rekor baru Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dalam kegiatan bedah buku massal, tetapi juga menunjukkan bahwa kualitas universitas masa kini harus didukung oleh data, karya, dan budaya literasi yang terukur.

UNESA resmi memecahkan rekor nasional setelah 11.078 mahasiswanya berhasil mengunggah review buku. Angka ini hampir dua kali lipat dari rekor sebelumnya yang hanya berjumlah 6.000 peserta.

Kepala UPT Perpustakaan UNESA, Prof. Drs. Suroto, M.A., menegaskan bahwa capaian masif ini bukanlah sekadar seremoni. Sebaliknya, ia adalah hasil dari kontrol mutu dan kolaborasi institusional yang ketat.

“Kami melakukan verifikasi ketat bersama fakultas. Capaian 11.078 mahasiswa ini bukan hanya angka. Ini menunjukkan refleksi, kerja keras, dan kesadaran bahwa mahasiswa datang bukan sekadar kuliah, tetapi untuk tumbuh membaca dunia,” jelas Prof. Suroto.

Selain kuantitas peserta, program ini juga mencatat keberagaman dengan membedah 3.191 judul buku berbeda. Menurut Suroto, keberhasilan ini membuktikan bahwa literasi dapat dikembangkan melalui manajemen akademik yang sistematis, yang ia sebut sebagai program lima langkah gerakan membaca mahasiswa.

Rektor UNESA, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. (Cak Hasan), memandang rekor ini sebagai fondasi penting bagi pendidikan tinggi modern. Ia menekankan bahwa universitas yang ingin kompetitif di era transformasi harus membangun lingkungan yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis, produktif, dan mampu mengekspresikan gagasan.

“Program review buku ini menumbuhkan kebiasaan membaca, berpikir, dan menulis. Sebanyak 11.078 unggahan review adalah bukti konkret kreativitas akademik mahasiswa,” ujar Cak Hasan.

Lebih lanjut, Cak Hasan menegaskan bahwa data literasi ini penting tidak hanya untuk kampus, tetapi juga bagi pemerintah dalam pengembangan fasilitas pendidikan. Ia menekankan, literasi adalah dasar pembentukan masyarakat dengan kecakapan intelektual tinggi. “Kita ingin bangsa ini unggul dalam kemampuan analisis, riset, dan pengetahuan, bukan hanya kekuatan fisik,” tegasnya.Perwakilan MURI, Sri Widayati, mengonfirmasi validitas dan keistimewaan rekor yang dicapai UNESA.

See also  FH Unesa Edukasi Anti Judi Online di Gunungkidul, Pemahaman Warga Naik Drastis

“Untuk memecahkan rekor cukup 10 persen lebih banyak dari rekor sebelumnya. Namun UNESA hampir dua kali lipat. Ini capaian spektakuler,” pujinya.

Dengan lompatan kinerja terukur ini, UNESA kini memposisikan diri sebagai pelopor gerakan literasi berbasis bukti—sebuah model baru bagi kampus lain untuk menjadikan budaya membaca sebagai standar mutu yang dapat diaudit, bukan sekadar slogan.(JM02)