Surabaya, JATIMMEDIA.COM — Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menunjukkan kepedulian mendalam terhadap korban bencana banjir di Sumatera dan sekitarnya. Selain memberikan bantuan nyata berupa keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga lulus bagi mahasiswa yang berasal dari wilayah terdampak, Unesa juga sukses menggelar acara doa bersama dan penggalangan dana.
Acara yang berlangsung di Auditorium Rektorat, Kampus II Lidah Wetan, pada Senin, (08/12), ini menjadi puncak aksi solidaritas civitas akademika kampus ‘Rumah Para Juara’ tersebut.
Penggalangan dana yang dilakukan Unesa terbilang unik dan menarik perhatian. Selain donasi langsung dari civitas, terdapat sesi lelang untuk barang-barang berharga milik pimpinan dan tokoh kampus.
Barang-barang yang dilelang meliputi ; Jersey bertanda tangan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, Raket milik Leani Ratri Oktila, peraih medali emas Paralimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024, serta Jersey dari dua pemain sepak bola ternama, Marselino Ferdinan dan Rachmat Irianto.
Aksi solidaritas ini berhasil menghimpun dana sekitar Rp148 juta, yang merupakan gabungan dari donasi dan hasil lelang.
Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menegaskan bahwa bencana di Sumatera harus menjadi perhatian nasional. Menurutnya, kepedulian Unesa tidak hanya berhenti pada keringanan UKT, tetapi juga mencakup bantuan biaya hidup (living cost) bagi mahasiswa yang menjadi korban.
“Kepedulian itu tidak berhenti di sana, sebab para korban masih membutuhkan bantuan kita semua. Untuk itu, hari ini kami berdoa bersama, menggalang dana, dan melakukan pelelangan barang yang hasilnya nanti untuk diserahkan kepada para korban bencana di Sumatera,” ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) ini.
Direktur Pencegahan dan Penanggulangan Isu Strategis (PPIS), Mutimmatul Faidah, menjelaskan bahwa Unesa telah memetakan situasi. Dari sekitar 458 mahasiswa asal Sumatera, 63 di antaranya berasal dari daerah yang terdampak langsung oleh banjir.
“Kami berikan penguatan psikologis, psikososial, konseling, dan penguatan spiritual sesuai dengan kebutuhan mereka,” kata guru besar ilmu keislaman bidang tata rias Unesa itu. Tujuan pendampingan ini adalah untuk memperkuat mental mahasiswa dalam melewati masa sulit.
Sebagai tindak lanjut, Unesa melalui Satgas Mitra Civitas Care – PPIS (SMCC-PPIS) akan segera bergerak langsung ke lokasi bencana. Tim ini telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan kementerian terkait.
Tim SMCC dijadwalkan berangkat pada 10 Desember 2025. Misi mereka adalah membawa bantuan pokok yang terkumpul, memberikan layanan trauma healing, membuka layanan kesehatan, dan membantu pemulihan kondisi fisik korban di posko pengungsian.

“Dengan solidaritas nasional, dan dengan bersama-sama, kita bisa melewati bencana ini dan bangkit darinya,” tutup Dwi Cahyo Kartiko, menyiratkan optimisme Unesa dalam upaya kemanusiaan ini. (JM02)















