Pemaksimalan Water Bombing dan Pembuatan Sekat Bakar jadi Solusi Karhutla Gunung Lawu

0
19
Pemaksimalan Water Bombing dan Pembuatan Sekat Bakar jadi Solusi Karhutla Gunung Lawu
Pemaksimalan Water Bombing dan Pembuatan Sekat Bakar jadi Solusi Karhutla Gunung Lawu

Magetan, JATIMMEDIA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau Posko Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Gunung Lawu di Kantor Desa Ngiliran, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Selasa (10/10/2023).

Gubernur Khofifah mengatakan bahwa dirinya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memaksimalkan proses pemadaman karhutla Gunung Lawu. Utamanya, melalui pemadaman udara atau water bombing menggunakan helikopter PK-DBM milik BNPB.

Koordinasi yang dilakukan sejak 1 Oktober lalu ini kerjakan setelah diperoleh data luas dan lokasi titik mana saja terdapat titik api, maka segera diidentifikasi mana yang membutuhkan support untuk water bombing.

“Maka ketika Tim dari BNPB sudah datang tanggal 2 Oktober, mereka melakukan identifikasi di titik koordinat. Kemudian tanggal 3 Oktober, helikopternya datang untuk melakukan proses water bombing setengah hari karena faktor cuaca,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, pada tanggal 4 sudah berjalan lancar. Per jam sampai siang ini tadi informasinya sudah 5 rit water bombing, biasanya sampai 12 sampai 15 kali, tergantung titik air dan cuaca.

BACA JUGA : BI Resmi Luncurkan Tim Ekspedisi Rupiah Berdaulat, Bawa Rp 7,7 Milyar

“Sumber air yang diambil untuk water bombing ini berasal dari Telaga Sarangan. Sehingga kecepatan pengambilan air dan kecepatan pemadaman bisa dihitung dengan baik,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, upaya pemadaman via darat juga terus dilakukan lewat pembuatan ilaran atau sekat bakar/batas bakar di sekitar titik api. Hal ini penting dilakukan supaya api tidak menjalar luas atau melebihi batas itu.

“Saat ini sedang dilakukan proses monitoring karena dikhawatirkan ada batas bakar yang kemudian juga ikut terbakar. Karena antara hutan lindung dan hutan industri harus dilakukan proses perlindungan. Jangan sampai kemudian yang hutan industri juga ikut terbakar ini dampak ekonominya bisa lebih besar,” terangnya.

Khofifah melanjutkan, berdasarkan data BPBD Jatim, perkembangan terkait karhutla di Gunung Lawu per 10 Oktober 2023 pukul 06.00 WIB yakni total ilaran atau sekat bakar yang sudah dibuat ± 9.607 meter. Ilaran ini ada di Perbatasan Jabung-Karanggupito, Ngiliran, Sukowidi-Tapak hingga Getasanyar.

BACA JUGA : Polda Jatim Gelar Diskusi Panel Sinergitas Polda Jatim Bersama Awak Media…

“Tim jalur darat dari posko wilayah Ngawi rencananya akan melanjutkan pembuatan ilaran di wilayah Ukir Bayi,” terang Khofifah.

Halaman selanjutnya: Pemantauan terkait bencana alam……