Pembubaran FPI itu Tugas Negara

0
35
Pembubaran FPI itu Tugas Negara
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir (foto istimewa)

Yogyakarta, JATIMMEDIA.COM – Munculnya wacana pembubaran ormas Fron Pembela Islam (FPI) yang mengemuka di publik belakangan, menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, merupakan tugas negara.

“Negara sudah punya konstitusi, negara sudah punya perundang-undangan, negara sudah punya aturan, dan negara sudah punya perangkatnya,” kata Haedar secara daring saat konferensi pers Jelang Tarjih Muhammadiyah XXXI di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (23/11/2020).

Menurut Haedar, implementasi dari konstitusi, serta peraturan perundang-undangan disertai perangkat aparat yang dimiliki, sepenuhnya merupakan tanggung jawab negara. Dan dengan berbagai instrumen yang dimiliki tersebut, munculnya berbagai tindakan melawan hukum seperti gerakan separatisme, tindakan kriminal, serta gerakan melawan hukum lainnya selayaknya menjadi kewenangan negara untuk menindak.

Baca juga : UMK Jawa Timur 2021 Sudah Disahkan. Ini Rinciannya

“Segala macam gerakan tindakan yang bertentangan dengan konstitusi, dengan perundang-undangan, dengan hukum yang berlaku, dengan peraturan dan kebijakan yang berlaku, ya dipulangkan kepada negara dan seluruh instrumennya untuk melakukan tugas dan kewajiban-nya,” tutur Haedar.

Haedar juga menegaskan, Muhammadiyah beserta gerakan keagamaan lainnya, memiliki tugas untuk berdakwah, serta menyebarluaskan nilai-nilai agama dalam kehidupan, sehingga tidak perlu dibebani oleh hal-hal yang telah menjadi tanggung jawab negara.

“Karena itu, semuanya dikembalikan kepada negara dengan dasar hukum konstitusi dan peraturannya serta praktik untuk melakukan tugas dan kewajibannya,” tegasnya.

Baca juga : BMW Astra Used Car Siapkan 100 Miliar untuk Beli BMW Anda

Diketahui, dorongan agar pemerintah membubarkan FPI kembali jadi perbicangan setelah ada pernyataan dari Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang menyebut apabila perlu FPI dibubarkan saja. Ini disusul dengan adanya hashtag #BubarkanFPI yang menjadi trending di Twitter. (JM01)