
Jauhar yang akrap disapa Bu Jojo ini juga menekankan pentingnya pilar-pilar Pancasila dan pentingnya mejaga stabilitas Demokrasi dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa di tengah upaya untuk memecah belah masyarakat melalui media digital, terutama di tahun politik 2024 yang menjadin tahun politik.
“Keterlibatan generasi muda yang semakin meningkat dalam pemilu dan pilkada membutuhkan kesadaran dan penerapan literasi digital yang tinggi untuk mencegah perpecahan bangsa,” tegasnya.
Sedang materi kedua yang berjudul “Sejarah dan Perjuangan Indonesia Saat Ini” disampaikan oleh Esa Putra Bayu Gusti Gineung Patridina, S.S., M.A, dosen prodi Sejarah, FISIPOL Unesa. Dalam sesi dialog interaktif, Esa mengajak warga untuk mendiskusikan makna menjadi bagian dari Indonesia. Diskusi ini menghasilkan berbagai pandangan menarik dari masyarakat, seperti perlunya kesiapan menghadapi kritik dan pentingnya sosialisasi serta penghargaan terhadap budaya Timur.
Esa juga membahas tentang sejarah bangsa Indonesia dan bagaimana nilai-nilai Pancasila dapat memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa, terutama dalam konteks tahun politik ini dengan menerapkan prinsip Pentahelix: pemerintah, masyarakat, akademisi, pelaku usaha, dan media.
BACA JUGA : Berbagai Elemen Tolak Pameran Internasional WTA dan WVS Karena Bisa Merusak…
Kegiatan Sarasehan ditutup dengan sesi tanya jawab yang sangat dinamis antara masyarakat desa Pesanggrahan dan para pemateri. Kepala Desa Pesanggrahan turut menyampaikan terima kasih kepada Unesa, khususnya kepada rekan-rekan dosen FISIPOL atas kontribusinya terhadap pembangunan desa dalam rangka mempererat solidaritas menjelang Pilkada tahun 2024 melalui Sarasehan Kebangsaan ini.
Seluruh masyarakat desa dan para perangkat desa Pesanggrahan, Kabupaten Mojokerto yang hadir pada kegiatan ini berharap kegiatan-kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan ilmu yang diperoleh dapat diimplementasikan dengan baik oleh masyarakat. (Adv/JM01)














