Home Ekonomi Bisnis Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi, PT Suparma Tbk Absen Dividen Tunai tapi...

Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi, PT Suparma Tbk Absen Dividen Tunai tapi Bagikan Saham Bonus

0
5
Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi, PT Suparma Tbk Absen Dividen Tunai tapi Bagikan Saham Bonus
Perkuat Struktur Modal dan Ekspansi, PT Suparma Tbk Absen Dividen Tunai tapi Bagikan Saham Bonus

Suparma menutup tahun buku 2025 dengan pertumbuhan penjualan bersih sebesar 0,41% menjadi Rp 2.740,7 miliar. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan volume penjualan sebesar 2,5% yang menyentuh angka 235,1 ribu MT, di mana produk pendorong utamanya adalah varian Kraft (naik 5,5%) dan Duplex (naik 1,5%).

Performa lini bawah juga kian sehat berkat efisiensi pada beban pokok penjualan yang turun tipis 0,45%. Alhasil, laba kotor perusahaan terkerek naik 5,23% menjadi Rp 434,4 miliar (dari Rp 412,8 miliar di 2024), dengan kenaikan marjin laba kotor ke angka 15,9%. Kenaikan ini terjadi di tengah lonjakan beban operasional (beban penjualan naik 1,5% dan beban umum/administrasi naik 12,2%), yang turut dipicu oleh kenaikan gaji karyawan di kedua divisi tersebut masing-masing sebesar 5,9% dan 9,6%.

Hingga periode Mei 2026 (lima bulan pertama), realisasi kinerja operasional perusahaan menunjukkan sinyal positif, yaitu penjualan Bersih mencapai Rp 1.172,8 miliar atau setara dengan 39,1% dari target penjualan bersih Suparma tahun 2026 sebesar Rp 3 Triliun, naik 7,1% dari target tahun lalu.

Kuantitas penjualan kertas Suparma hingga periode ini terealisasi sebesar 92.960 MT setara dengan 36,5% dari target tahun 2026 sebesar 255.000 MT, 6,3% lebih tinggi dari target kuantitas penjualan kertas Suparma tahun lalu.

Sedangkan untuk hasil produksi kertas berhasil menembus angka 97.994 MT, setara 39,2% dari target produksi tahun ini sebesar 250.000 MT, tumbuh 10,7% dari target produksi kertas Suparma tahun 2025.

Salah satu motor pertumbuhan masa depan Suparma adalah proyek investasi Mesin Kertas No. 11 (PM 11) yang dianggarkan sejak 2024 dengan total belanja modal (CapEx) setara 23 juta Dolar AS. Anggaran ini mencakup pengadaan mesin utama, suku cadang, hingga infrastruktur bangunan penunjang yang diproyeksikan menambah kapasitas terpasang sebesar 27.000 MT.

BACA JUGA  Rekor Baru, 7 Juta Investor Saham Indonesia

Sebagai kelanjutan proyek, Suparma telah mengunci kontrak pembelian mesin utama senilai EUR 6,35 juta dengan produsen mesin kertas asal Finlandia pada 6 Februari 2025 lalu. Guna mendanai mega proyek ini, manajemen mengombinasikan kas internal sebesar 6 juta Dolar AS dan sisa kebutuhan 17 juta Dolar AS disokong melalui fasilitas kredit investasi dari bank rekanan. Jika berjalan sesuai rencana, PM 11 dijadwalkan memulai produksi komersialnya pada triwulan keempat tahun 2026.(JM02)