PermataBank Cetak Pertumbuhan Laba dan Aset Positif di Kuartal III 2021

0
4
PermataBank Cetak Pertumbuhan Laba dan Aset Positif di Kuartal III 2021
PermataBank Cetak Pertumbuhan Laba dan Aset Positif di Kuartal III 2021

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – PT Bank Permata Tbk (PermataBank) kembali menunjukan konsistensi dalam pertumbuhan aset dan peningkatan kinerja yang solid dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit dan memastikan kecukupan pencadangan kerugian kredit.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) yang mulai terjadi di Kuartal II dan keberhasilan progam vaksinasi yang dijalankan oleh Pemerintah Indonesia untuk menurunkan jumlah kasus COVID-19 mulai membuahkan pergerakan positif dalam pemulihan perekonomian dan pertumbuhan kredit.

Chalit Tayjasanant, Direktur Utama PermataBank menjelaskan, menjelang tutup tahun 2021, PermataBank terus menunjukan kinerja yang tetap kuat dan konsisten, serta terus menjangkau pasar dan segmen nasabah yang lebih luas dengan menawarkan inovasi produk dan jasa perbankan digital dengan sinergi dan dukungan penuh dari pemegang saham pengendali, Bangkok Bank.

“Kinerja yang positif di kuartal III 2021 ini juga tidak lepas dari dukungan para nasabah setia kami yang selalu maju bersama menjadikan kami bank of choice mereka serta komitmen kami untuk terus memberikan kenyamanan dan keamanan transaksi perbankan dan turut berkontribusi kepada pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.

Baca juga : Astra Group Catatkan Pertumbuhan Selama 9 Bulan Pertama 2021

Sejalan dengan pemulihan perekonomian Indonesia, PermataBank membukukan pertumbuhan aset sebesar 31% YoY menjadi sebesar Rp 219 triliun yang mempertahankan PermataBank di jajaran 10 bank komersial terbesar di Indonesia berdasarkan nilai total aset.

Sementara penyaluran kredit, tumbuh secara signifikan 21% YoY menjadi sebesar Rp 124,2 triliun terutama didorong oleh pertumbuhan kredit korporasi sebesar 45% YoY dan pertumbuhan KPR sebesar 23% YoY.

Sedang dari sisi pendanaan, simpanan nasabah bertumbuh sebesar 23% YoY terutama dikontribusikan oleh pertumbuhan tabungan dan giro sebesar 28%. Dimana kenaikan ini sejalan dengan strategi PermataBank untuk memfokuskan pertumbuhan simpanan nasabah dengan biaya dana yang lebih murah untuk mendukung penyaluran kredit dengan suku bunga yang lebih bersaing dalam jangka panjang.

Sejalan dengan hal tersebut, rasio CASA Bank mengalami peningkatan menjadi 53%, lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2020 sebesar 51%.

Baca juga : Fokus pada Digitalisasi, Kinerja BSI Pasca Merger Semakin Solid

PermataBank juga membukukan Pendapatan Operasional sebesar Rp 7,5 triliun atau tumbuh sebesar 17% YoY dan Laba Operasional sebelum Pencadangan tumbuh sebesar 28% YoY menjadi sebesar Rp 3,5 triliun.

Pertumbuhan Pendapatan Operasional dikontribusikan oleh pertumbuhan Pendapatan Bunga Bersih sebesar 28%. Hal ini mencerminkan pengelolaan dana, baik simpanan nasabah maupun dana setoran modal dari pemegang saham, secara optimal.

Rasio Beban Operasional dibandingkan Pendapatan Operasional (BOPO) juga mengalami perbaikan menjadi sebesar 88%, membaik dari periode yang sama tahun lalu sebesar 92% yang dikontribusikan oleh penurunan pencadangan kerugian kredit, sejalan dengan perbaikan kualitas portfolio kredit Bank.

Pertumbuhan kredit dan peningkatan kinerja Bank telah membuahkan hasil di kuartal III 2021 ini, dimana laba bersih setelah pajak berhasil dibukukan senilai Rp 831 miliar, meningkat secara signifikan sebesar 93% atau hampir dua kali lipat dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 430 miliar.

Baca juga : Aset Bank Jatim Tembus Rp 101 Triliun

Disisi lain, kualitas portfolio kredit Bank masih terjaga dengan baik dengan rasio NPL gross dan netto masing-masing sebesar 3,3% dan 0,9%, terkoreksi menjadi lebih baik dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu dengan rasio masing-masing sebesar 3,8% dan 1,5%.

Secara pruden Bank membukukan pencadangan kerugian kredit untuk mengantisipasi potensi kerugian kredit yang dapat terjadi sebagai akibat pandemi yang masih berlangsung, dengan mempertahankan rasio NPL coverage sebesar 217%, hampir dua kali lipat dibandingkan rasio NPL coverage tahun lalu sebesar 118%. (JM01)