PKT Optimis Perluas Lahan Pengembangan Hingga 5 Kali Lipat di 2022 

0
4
PKT Optimis Perluas Lahan Pengembangan Hingga 5 Kali Lipat di 2022 
PKT Optimis Perluas Lahan Pengembangan Hingga 5 Kali Lipat di 2022 

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) sebagai produsen urea terbesar di Indonesia telah menginisiasi program Makmur, yang fokus menciptakan ekosistem pertanian yang mendukung bagi para petani, guna menjawab tantangan produktivitas pertanian nasional.

Sejak diinisiasi pada 2020, realisasi program Makmur terus meningkat setiap tahunnya. Sepanjang 2021, program Makmur berhasil menggandeng 9.780 petani untuk bergabung, melebihi target 2021 yaitu sebanyak 9.000 petani.

Selain itu, PKT juga berhasil mengembangkan 18.110 hektar atau berhasil merealisasikan hingga 151% dari target 2021.

Direktur Keuangan dan Umum PKT, Qomaruzzaman mengatakan, sejak awal terbentuknya program Makmur, pihaknya menciptakan ekosistem pertanian yang kondusif guna mendukung petani untuk mencapai produktivitas optimalnya. Selain mendampingi petani secara intensif dalam proses operasional sehari-hari, pihaknya juga terus memperkuat kolaborasi end-to-end dengan berbagai pihak seperti instansi keuangan, instansi pemerintahan, hingga korporasi.

“Melalui upaya ini, PKT tidak hanya dapat meningkatkan produktivitas petani, tetapi juga mendorong tercapainya kesejahteraan petani secara finansial,” ujarnya melalui media rilis yang diterima Jatimmedia.com, Rabu (16/3/2022).

Baca juga : Perjalanan Umroh Dan Luar Negeri Lewat Bandara Juanda Segera Dibuka

Di 2022 ini, PKT akan terus fokus memperluas pengembangan program Makmur, terutama ke wilayah Indonesia Timur, mengingat besarnya potensi pertanian di wilayah tersebut. Selain itu, PKT juga fokus pada penerapan triple bottom-line 3P (people, planet, dan profit) di setiap langkah yang akan dilakukan kedepannya, guna menjamin budidaya pertanian yang berkelanjutan.

Integrasi teknologi pun menjadi salah satu fokus PKT agar dalam proses menjalankan program semakin efektif dan efisien untuk mencapai target di tahun 2022 ini. Bahkan selama lebih dari 2 tahun memperluas program Makmur, PKT juga melihat adanya tren dalam pengembangannya.

Project Manager Program Makmur PKT, Adrian R.D. Putera memaparkan, program Makmur, terus dikembangkan berdasarkan karakteristik geografis dan komoditas unggulan di setiap daerah pengembangan. Salah satunya adalah dengan menggali potensi komoditas unggulan alternatif yang mampu memberikan nilai ekonomi lebih bagi para petani, seperti kelapa sawit.

Selain itu, kolaborasi dengan kelompok tani di tiap wilayah pengembangan PKT, dapat mempercepat proses keikutsertaan petani ke dalam program Makmur.

Baca juga : Kembangkan UMKM, Emil Dardak Gandeng OJK Detailkan Program Pembiayaan Fintech

“Kami juga melihat bahwa wilayah Indonesia timur memberikan tantangan tersendiri dalam penerapan program Makmur, diantaranya karena medan lahan pertanian, ketersediaan fasilitas, hingga sumber daya manusia.“ terangnya.

Halaman selanjutnya: Guna menciptakan manfaat yang lebih