PT Uni-Charm Indonesia Luncurkan Website Edukasi Menstruasi Untuk Anak

0
7
PT Uni-Charm Indonesia Luncurkan Website Edukasi Menstruasi Untuk Anak
PT Uni-Charm Indonesia Luncurkan Website Edukasi Menstruasi Untuk Anak

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Beberapa penelitian mengungkapkan fakta terbaru mengenai usia menarche (menstruasi pertama kali) yang semakin dini dari zaman ke zaman. Menarche kini dialami oleh anak perempuan yang usianya cenderung lebih muda.

Jika sebelumnya menarche dialami oleh remaja perempuan berumur 11–14 tahun, pada masa kini, di sebuah penelitian ditemukan bahwa anak perempuan sudah mengalami menstruasi pertama kali di umur 9–11 tahun. Dan salah satu faktor dari semakin dininya usia menarche adalah gaya hidup dan pola makan.

Ahli Gizi, Beta Sindiana, S.Gz menjelaskan, perkembangan tren gaya hidup sedentari dan pilihan makanan seperti restoran cepat saji, junk food juga menjadi faktor yang berhubungan dengan usia menarche yang lebih cepat.

“Terdapat korelasi antara frekuensi konsumsi junk food dengan usia menarche,” terangnya pada saat peluncuran website Charm Girls’ Talk secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Baca juga : Banyak Wanita Muslim Melakukan Perjalanan Wisata Sendiri

Beta menjelaskan, berdasarkan penelitian, diketahui bahwa anak perempuan yang mengonsumsi junk food lebih dua kali per minggu, lebih banyak mengalami menarche dini (< 12 tahun) dari yang mengonsumsi junk food kurang dari dua kali per minggu.

Beta juga menjelaskan bahwa ternyata menarche dini memiliki dampak negatif pada anak, karena memiliki hubungan dengan meningkatnya risiko obesitas abdominal, kanker payudara, resistensi insulin, penyakit kardiovaskular, dan hipertensi.

Sementara itu, berdasarkan data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia tahun 2019, sebanyak 65% orang tua Indonesia tidak membicarakan tentang menstruasi ke anak, sedang 45% orang tua Indonesia menganggap pembicaraan tentang menstruasi penting untuk dilakukan ke anak.

Padahal, menurut Psikolog Anak Devi Sani, M. Psi yang turut hadir dalam peluncuran virtual Charm Girl’s Talk, masa pubertas, termasuk menarche di dalamnya memiliki banyak dampak psikis terutama pada anak yang baru pertama kali mengalami. Seperti perubahan fisik yang membingungkan, perubahan hormon, yang menimbulkan banyak pertanyaan bagi anak”, ujar.

Baca juga : Dua Mahasiswi Desain Fashion dan Tekstil UK Petra Raih Juara dalam SFD Award 2020

“Secara psikis, anak yang mengalami menstruasi pertama kali menjadi bingung harus bertanya ke siapa karena malu, dan cenderung tidak ingin membicarakannya pada siapapun, padahal, banyak hal-hal penting yang perlu diketahui oleh anak yang berkaitan dengan menstruasi,” tambah Devi.

Seiring dengan konteks ini, bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional, PT Uni-Charm Indonesia Tbk melalui brand-nya Charm (merk pembalut), meluncurkan Website “Charm Girl’s Talk” Edukasi Menstruasi Untuk Anak.

Berdasarkan data Lapangan Survei Demografi & Kesehatan Reproduksi Remaja tahun 2017, ditemukan bahwa 1 dari 5 remaja putri Indonesia tidak mendapatkan informasi tentang menstruasi sebelum mereka mendapatkan menstruasi pertama.

Yuji Ishii, President Director PT Uni-Charm Indonesia Tbk. menjelaskan, sebagai brand no.1 pilihan perempuan Indonesia untuk kategori pembalut, Charm memiliki tanggung jawab tidak hanya untuk inovasi dan pengembangan produk, tetapi juga tanggung jawab sosial untuk menjadi pionir dalam mengedukasi masalah menstruasi di Indonesia.

Baca juga : Gubernur Khofifah : Polwan Harus Makin Cakap Dan Cakep

“Menstruasi merupakan komponen esensial dari kesehatan reproduksi, sehingga pendidikan tentang menstruasi sangat penting, apalagi saat ini menarche sudah dialami sejak usia dini”, ujar Yuji.

Ini pula yang mendasari hadirnya webside Charm Girls’ Talk untuk memberikan edukasi kepada anak dan remaja mengenai menstruasi terutama di masa pandemi, dengan memberikan konten edukatif yang dapat diandalkan, serta memiliki fitur games, dan UI/UX yang mudah digunakan, sehingga anak tidak merasa bosan dalam mempelajari menstruasi.

Selain itu, pada interface website, terdapat pilihan orang tua atau anak, jadi website ini bisa menjadi konten edukasi untuk orang tua yang ingin belajar, sehingga dapat mengajarkan menstruasi untuk anaknya.

“Jika orang tua tidak bisa berbicara langsung kepada anak, orang tua bisa mengarahkan anak untuk mempelajari menstruasi sendiri dengan mengakses website seperti Charm Girl’s Talk,” tambah Devi.

Sementara Dr. Poppy Dewi Puspitawati M.A., Widyaprada Ahli Utama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, yang juga hadir dikesempatan yang sama, mengapresiasi upaya Charm dalam memberikan edukasi kesehatan reproduksi bagi anak dan remaja perempuan khususnya mengenai menstruasi yang merupakan salah satu perhatian dari Kemdikbud.

Baca juga : Ini Kunci Eksistensi Miracle Clinic selama 24 tahun di Industri Kecantikan Indonesia

“Menstruasi anak mempengaruhi tingkat partisipasi sekolah berdasarkan data Kemdikbud tahun 2019. Oleh sebab itu, penting bagi fasilitator pendidikan yakni guru dan sekolah untuk dapat memberikan edukasi yang mumpuni, termasuk juga kepada orang tua yang merasa kesulitan untuk menjelaskan perihal menstruasi kepada putrinya,” terangnya.

Dan Website edukatif seperti ini, lanjutnya, bisa menjadi opsi untuk memberikan edukasi kepada siswi.

“Kami mengapreasiasi Charm atas diluncurkannya Charm Girl’s Talk, semoga website ini dapat memberikan pencerahan kepada lebih banyak anak dan remaja perempuan dalam mempelajari dan menghadapi menstruasi dengan benar,” terang Poppy.

Mulai tanggal 12 November 2020, website Charm Girl’s talk www.charmgirlstalk.com sudah dapat diakses baik oleh orang tua ataupun anak. (JM01)