RUPS Tahunan Perdana Pasca IPO, Surge Catatkan Kenaikan Pendapatan Rp 47,5 Miliar

0
12
RUPS Tahunan Perdana Pasca IPO, Surge Catatkan Kenaikan Pendapatan Rp 47,5 Miliar
RUPS Tahunan Perdana Pasca IPO, Surge Catatkan Kenaikan Pendapatan Rp 47,5 Miliar

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – PT. Solusi Sinergi Digital Tbk. (IDX: WIFI) atau Surge menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pertama sejak melantai di Bursa Efek Indonesia di akhir tahun 2020 lalu.

Pada RUPST ini, Surge mengumumkan pertumbuhan positif dimana perseroan membukukan Operating Profit sebesar Rp13,8 miliar atau bertumbuh 20,1% dari periode yang sama di tahun sebelumnya (YoY). Terjadi peningkatan pendapatan Perseroan, yang bertumbuh sebesar 29.68% menjadi Rp 47,5 miliar dari periode yang sama di tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 36,6 miliar.

Pertumbuhan positif Surge salah satunya ditunjang oleh perubahan rutinitas maupun budaya konsumsi masyarakat yang mulai berubah, dari yang semula serba offline menjadi serba online. Dimana dalam kurun waktu 2020 hingga saat ini, masyarakat Indonesia terus menyesuaikan diri dalam transformasi digital, dan semakin membutuhkan digitalisasi dalam berbagai aspek kehidupan.

Disisi lain, entrepreneurship, startup dan inisiatif digital akan terus tumbuh dan berkembang karena semua pelaku industri dituntut untuk dapat beradaptasi dan terus mengembangkan bisnis sesuai dengan kondisi yang ada. Hal ini kemudian mendorong lahirnya peluang dan potensi baru, terutama bagi Surge yang merupakan solusi-preneur atau enabler dari transformasi digital di Indonesia.

Baca juga : Siswa SD AL Falah Surabaya Raih Medali Emas dalam KMS ke-16

CEO Surge, Hermansjah Haryono menjelaskan, tahun 2020 merupakan tahun yang penuh tantangan bagi kesehatan dan perekonomian, tetapi perseroan dapat melaluinya dengan baik, bahkan tahun tersebut dapat diakhiri dengan go-public.

Keyakinan Surge bisa go public sangatlah beralasan selain karena peluang bisnisnya sangat menguntungkan publik, SDM Surge pun terdiri dari orang-orang yang berpengalaman di bidang IT dan telekomunikasi.

“Kami berhasil melaluinya dengan mencatatkan pertumbuhan positif lewat berbagai inisiatif, seperti misalnya pengembangan sejumlah aplikasi digital dan pengembangan jaringan Fiber Optic (FO),” ujarnya.

Baca juga : TECNO Mobile Luncurkan Produk Terbaru Spark 7 

Di tahun ini, lanjut Hermansjah, pihaknya optimis mencatatkan pertumbuhan bisnis positif dibandingkan tahun lalu, terutama dengan adanya beberapa kerja sama dengan berbagai partner baru untuk meningkatkan digitalisasi di bidang layanan kesehatan, retail, dan lainnya.

Surge juga melaporkan telah menggunakan Rp 65.400.967.975 atau sebesar 78.82% dari dana hasil penawaran umum perdana saham (IPO) yang berjumlah sebesar Rp 82.975.846.000 setelah dikurangi biaya-biaya umum. Dana ini digunakan sebagai modal kerja perseroan, termasuk namun tidak terbatas untuk biaya pembayaran sewa space iklan, perlengkapan penunjang usaha periklanan, dan overhead cost.

“Tantangan Indonesia di tahun ini masih seputar pada turunnya daya beli masyarakat. Disisi lain kami juga melihat peluang di bidang periklanan mengarah positif karena para pelaku usaha sudah memulai kembali aktif untuk memasarkan produk/layanan mereka di ranah digital,” tambahnya.

Pencapaian tersebut menurut Hermansjah, tentunya tidak terlepas dari kontribusi tiga lini bisnis utama Surge, yakni periklanan digital, pengembangan aplikasi, dan infrastruktur jaringan.

Baca juga : Wagub Emil Tawarkan Dua Solusi Pemanfaatan SRG pada Wamendag

“Dengan pemulihan ekonomi yang secara gencar terus digalakkan, kami optimis tahun ini akan lebih baik,” tambah Hermansjah. (JM01)