Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Rangkaian Java Coffee and Flavors Fest (JCFF) 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI Jatim) di kawasan Kota Lama Surabaya berakhir meriah. Puncak acara pada 25 Agustus 2025 menjadi sorotan, memadukan semangat sejarah dengan optimisme ekonomi kreatif.
Acara penutupan ini dihadiri langsung oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. . Dalam sambutannya, Destry menekankan peran strategis Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara” yang memiliki potensi besar melalui komoditas kopi, cokelat, dan rempah.
Kombinasi Unik: Sejarah, Ekonomi, dan Inovasi Digital
JCFF 2025 yang mengusung tema “Crafting Futures Through Local Flavors” tidak hanya berfokus pada kopi, tetapi juga menjadi etalase bagi komoditas potensial ekspor lainnya seperti cokelat dan rempah. Pameran UMKM yang melibatkan lebih dari 60 pelaku usaha dari seluruh Jawa, serta berbagai talkshow dan workshop, sukses menarik lebih dari 31 ribu pengunjung secara luring dan daring.
Pemilihan lokasi di Kota Lama Surabaya juga menjadi daya tarik tersendiri. Sebagai bagian dari acara, digelar pertunjukan teatrikal Pertempuran Jembatan Merah yakni tewasnya Brigadir Jenderal A.W.S. Mallaby, pemimpin pasukan Sekutu 30 Oktober 1945. Peristiwa ini kemudian memicu pertempuran besar 10 November 1945 yang kini diperingati sebagai Hari Pahlawan. Penampilan ini memukau penonton dan berhasil memadukan edukasi sejarah dengan promosi kawasan wisata.

Tak hanya itu, acara ini juga menjadi momen peluncuran QRIS Tap, sebuah inovasi dari Bank Indonesia yang memungkinkan transaksi digital lebih cepat tanpa perlu memindai kode QR.
Total Transaksi Melonjak, Jadi Bukti Keberhasilan Hilirisasi
Antusiasme masyarakat terbayar dengan capaian transaksi yang fantastis. Total nilai transaksi dari business matching mencapai Rp107 miliar, naik signifikan dari Rp29 miliar pada tahun sebelumnya.
Destry Damayanti menegaskan bahwa angka ini bukan sekadar festival, melainkan bukti nyata geliat ekonomi Jawa Timur. “Hilirisasi pangan adalah kunci menuju Indonesia maju. Mari kita tingkatkan produksi kopi, cokelat, dan rempah dengan mengolahnya lebih jauh,” pungkasnya, sembari menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus mendukung UMKM Jawa Timur. (JM02)















