Sering Masuk RS, Alimah Sangat Terbantu dengan BPJS Kesehatan

0
14
Sering Masuk RS, Alimah Sangat Terbantu dengan BPJS Kesehatan
Sering Masuk RS, Alimah Sangat Terbantu dengan BPJS Kesehatan

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Memiliki jaminan pelayanan dan perawatan kesehatan tentu menjadi keinginan setiap orang. Apalagi bila semua pembiayaan kesehatan ada yang menanggung alias gratis.

Hal ini sangat disadari oleh Mualimah (35) yang memilih BPJS Kesehatan sebagai jaminan pelayanan kesehatannya.

Mualimah atau yang lekat disapa Alimah dan telah menjadi peserta BPJS kesehatan sejak tiga tahun lalu menuturkan bahwa ia sangat terbantu dengan adanya jaminan kesehatan dari BPJS Kesehatan selama ini.

“Fasilitas kesehatan yang dijamin BPJS Kesehatan, selama ini sangat membantu saya dalam pembiayaan kesehatan saya dan keluarga saya. Apalagi saya punya beberapa penyakit yang sering harus berurusan dengan fasilitas kesehatan, baik itu puskesmas maupun rumah sakit (RS),” ujarnya.

Terdaftar disegmen Pekerja Penerima Upah (PPU), dengan nomor kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) nomor 000216387XXXX, Alimah menceritakan bagaimana kartu kecil (kartu JKN-KIS, red) itu selama ini sudah banyak membantunya tanpa harus dipusingkan dengan biaya perawatan kesehatannya.

Baca juga : BPJS SATU Bisa Jadi Solusi Atasi Fraud

”Sudah berkali-kali kartu kecil ini memberikan jaminan kesehatan untuk saya dan kedua anak saya, termasuk ketika saya harus rawat inap di RS,” jelas Alimah.

Alimah menceritakan bahwa beberapa layana  kesehatan yang pernah dilakukan dibeberapa fasiltas kesehatan (faskes) dan RS selama ini diantaranya ketika sakit gigi, sakit asam lambung, sakit demam dan panas tinggi.

Adapun beberapa faskes dan RS yang pernah dia kunjungi diantaranya; Puskesmas Jeddih, Socah, Kabupaten Bangkalan; Klinik Mitra Medicare Surabaya; dan RSUD Bangkalan.

”Saya pernah menjalani rawat inap di RSUD Bangkalan juga selama empat hari. Waktu itu bulan Desember 2018, akibat asam lambung saya kambuh, setelah mendapat rujukan dari Puskesmas Jeddih, saya langsung menempati sal kamar rawat inap di RSUD Bangkalan selama empat hari,” paparnya.

Selain itu, lanjut Alimah, anak keduanya yang bernama Yusril Alam Akbar (10) juga sering keluar masuk RS karena mengidap penyakit asma atau sesak napas.

Baca juga : Bank Indonesia akan Borong SBN Sebesar 224 Triliun pada Tahun 2022

”Anak saya itu sama. Anak saya ini juga sering bolak-balik keluar masuk faskes dan rumah sakit di RSUD Bangkalan,” lanjut Alimah.

Menyadari pentingnya kartu BPJS Kesehatan yang dimilikinya ini, Alimah mengatakan bahwa sudaha menjadi kewaajiban untuk selalu membawanya, selain kartu identitas diri (KTP) dan surat-surat kelengkapan kendaraan bermotor.

“Saya juga tidak pernah terlambat membayar iuran BPJS karena saya sadar bahwa ini adalah sebuah kewajiban. Karena kalau sampai tidak bayar, maka tentu akan kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan secara gratis kalau pas sakit,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa untuk pembayaran kepesertaan BPJS Kesehatan ini melalui pemotongan langsung dari gaji setiap bulannya.

“Jadi saya tidak khawatir kartu non aktif atau tidak bisa digunakan,” tambah Alimah.

Baca juga : Cegah Korupsi di Sektor Usaha, Wagub Emil Ajak Pelaku Usaha Berani…

Sementara untuk pelayanan faskes selama menggunakan BPJS Kesehatan, Alimah mengaku semuanya bagus-bagus saja. Baik obat-obatan maupun kamar rawat inap, semua sesuai kelas kepesertaan, dan pembiayaan ditanggung seluruhnya oleh BPJS Kesehatan.

“Sejauh ini semua pelayanan kesehatan yang saya rasakan dan anak saya alami, semuanya bagus-bagus saja. Terima kasih BPJS Kesehatan,” pungkas Alimah. (JM01)