Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Kota Tulungagung dikenal sebagai salah satu daerah dengan potensi perikanan air tawar terbesar di Jawa Timur. Namun, di balik potensi besar tersebut, para petani ikan masih menghadapi masalah klasik, yaitu proses sortir dan penghitungan benih ikan yang dilakukan secara manual
Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang dipimpin oleh Dr. Tony Seno Aji, S.E., M.E. dengan anggota Dr. Albrian Fiky Prakoso, S.Pd, M.Pd. dan Dr. Theodorus Wiyanto, Wibowo, M.Pd meluncurkan inovasi untuk menjawab permasalahan yang dihadapi petani ikan di Tulungagung itu.
Inovasi tersebut adalah Mesin Sortir dan Penghitung Benih Ikan Otomatis dengan Digital Counter, sebuah alat berbahan stainless steel yang dilengkapi sensor optik presisi yang mampu mempercepat proses sortir hingga lima kali lipat lebih cepat dibandingkan cara manual yang biasanya memakan waktu 6-10 jam dan membutuhkan 3 – 4 orang tenaga untuk satu kolam.
Mesin ini dilengkapi dengan layar LCD dan sistem mikrokontroler sehingga memberikan kemudahan operasional sekaligus akurasi yang meminimalkan risiko kesalahan hitung. Dengan pengadaan mesin ini diharapkan mampu mengatasi masalah kerugian produksi yang disebabkan masalah klasik tersebut.
Selain bantuan teknologi, tim PKM juga memberikan pendampingan manajemen kepada Kelompok Pembudidaya Ikan Sari Jati Unggul. Dengan pelatihan pemasaran berbasis digitalisasi, para petani diharapkan bisa memasarkan produk mereka, seperti ikan koi dan mas koki yang sudah menembus pasar internasional, melalui media sosial dan e-commerce, sehingga jangkauan pasar bisa meluas tidak terbatas hanya di wilayah Tulungagung.
Dr. Tony Seno Aji menyampaikan bahwa Inovasi mesin ini bukan sekadar memotong waktu produksi, tetapi juga membuka peluang bagi pembudidaya ikan untuk naik kelas. “Dengan digitalisasi pemasaran, produk mereka bisa lebih dikenal dan bersaing di pasar nasional bahkan global,” ujarnya, Minggu (20/09).
Program PKM yang sejalan dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 2 (Tanpa Kelaparan), SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Berkat pendanaan ini, Unesa berkomitmen penuh untuk mendorong sektor perikanan lokal menjadi lebih modern, efisien, dan berdaya saing. (JM02)















