Home Umum Wagub Emil: Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 Ikhtiar Menuju Indonesia Sebagai Poros...

Wagub Emil: Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 Ikhtiar Menuju Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

0
63
Wagub Emil: Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 Ikhtiar Menuju Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia
Wagub Emil: Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 Ikhtiar Menuju Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia

Mojokerto, JATIMMEDIA.COM – Muhibah Budaya Jalur Rempah 2022 merupakan bagian dari ikhtiar menuju Indonesia sebagai poros maritim dunia. Hal tersebut dikatakan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menutup secara langsung program itu di Sabda Krida Tama Rumah Rakyat, Kota Mojokerto, Sabtu (2/7/2022) malam.

Sebelumnya, rombongan Laskar Rempah yang berlayar dengan KRI Dewaruci bersama TNI-AL mengelilingi jalur rempah Indonesia selama sebulan lamanya. Yang mana, jalur tersebut merupakan jalur budaya yang sedang diusulkan sebagai Warisan Budaya Dunia UNESCO.

Dalam kesempatan itu, Emil menyelamati para Laskar Rempah yang telah berhasil menyelesaikan misi pelayaran hingga dapat bersandar di Dermaga Madura, Koarmada II, Surabaya. Menurutnya, kegiatan seperti Muhibah Budaya Jalur Rempah ini harus terus digelorakan guna membangun generasi berorientasi pada kemaritiman.

“Kegiatan seperti ini harus terus digelorakan. Karena cita-cita kita adalah jadi poros maritim dunia, tapi anak-anak kita tidak terbiasa berlayar. Maka harus kita tanamkan nilai kemaritiman dan kebaharian ini. Dimulainya dari bepergian lewat jalur laut,” ujarnya.

Baca juga : Indeks Demokrasi Provinsi Jawa Timur Lebih Tinggi dari Angka Nasional

Emil juga mengatakan, penutupan kali ini bisa jadi saksi sejarah. Mengingat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang mengusahakan Jalur Rempah Indonesia dapat menjadi intangible cultural heritage yang diakui dunia.

“Ini adalah satu momen yang luar biasa oleh bangsa kita untuk memperjuangkan Jalur Rempah ini. Insya Allah malam hari ini, di tempat ini, di Rumah Rakyat ini, nanti akan menjadi saksi sejarah yang mudah-mudahan bisa menjadi kebanggaan bangsa,” tuturnya.

Lebih jauh, mantan Bupati Trenggalek itu mengatakan bahwa memperjuangkan Jalur Rempah ini menjadi penting, sebab secara historis Jalur Rempah merupakan perebutan negara kolonialis dunia.

BACA JUGA  KPU Jatim Komit Beri Santunan Penyelenggara Pilkada yang Sakit dan Meninggal Dunia

Mengutip dari pernyataan Staf Ahli Mendikbudristek Bidang Hubungan Kelembagaan dan Masyarakat Muhammad Adlin Sila, dikatakan Emil bahwa Jalur Rempah bahkan lebih tua daripada Jalur Sutra yang diklaim Cina.

Baca juga : Produk UKM Indonesia Tampil di Agenda Resmi Paris Fashion Week Showroom…

“Belt and Road diinisiasi Cina untuk mendorong kejayaan Jalur Sutra. Melihat itu, G7 atau pemimpin pemimpin negara-negara maju dengan mengumpulkan dana untuk membangun jalur alternatifnya. Ternyata ada yang lebih tua dari itu, yang Alhamdulillah napak tilasnya sudah dijejaki pemuda-pemudi terbaik kita,” imbuhnya.

Halaman selanjutnya: Kepada Laskar Rempah….