Wagub Emil Sambut Baik Platform Pembentukan Wirausahawan Muda Jatim

0
5
Wagub Emil Sambut Baik Platform Pembentukan Wirausahawan Muda Jatim
Wagub Emil Sambut Baik Platform Pembentukan Wirausahawan Muda Jatim

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut baik program anak-anak muda Jawa Timur yang memiliki platform kewirausahaan. Pasalnya, melalui program tersebut diharapkan dapat membuka peluang menjadi wirausahawan ketimbang pegawai.

“Program ini contohnya, road show-nya bukan cuma Surabaya saja, tapi juga sampai ke Ngawi, ke Bojonegoro, ke Pamekasan dan Jember. Jadi relevan dengan Jawa Timur,” kata Emil saat mengikuti Konferensi Pers program Pemuda Wirausaha (Perwira) 2021, Selasa (25/5/2021) sore.

Perwira sendiri merupakan sebuah platform ekosistem yang dapat mempertemukan antara pemuda berwirausaha dengan para advisor dan mentor untuk mendapatkan journey yang tepat dalam mengembangkan usahanya.

Emil menambahkan, program ini sesuai harapan Pemprov Jatim untuk memfasilitasi generasi milenial Jatim yang ingin mengembangkan kreativitas dan usaha mereka. Apalagi saat ini, peluang bekerja di perusahaan semakin kecil. Sehingga yang dibutuhkan adalah wirausaha.

“Karena yaitu tadi, bahwa peluang bekerja di perusahaan-perusahaan kan semakin kecil, maka semakin banyak dibutuhkan wirausaha,” katanya.

Baca juga : Kimia Farma dan Pengusaha Siap Percepat Vaksinasi Gotong Royong

Keberhasilan Perwira Tahun 2021 ini, lanjut Emil, akan bisa dijadikan role model atau referensi bagi banyak pihak. Utamanya bagaimana membentuk cikal bakal wirausahawan dari nol menjadi start up yang kemudian berhasil dan berkembang pesat.

“Jadi ini kita bisa menjadi satu model yang kalau sukses bisa menjadi rujukan kita bersama. Bagaimana membuat bibit itu menjadi tunas,” harap Emil.

Lebih lanjut Emil menjelaskan, saat ini, industri di segala sektor mau tidak mau harus berhadapan dengan dunia digital. Oleh sebab itu, kebutuhan untuk mewadahi kemampuan dan kreativitas berbasis digital menjadi sebuah keniscayaan. Karena generasi milenial hari ini bergelut tidak jauh dengan kreativitas yang bisa dijadikan sebagai ladang pekerjaan mereka.

“Kita juga melihat orang, pertama, bukan memulai usaha tetapi menjual jasa kemampuannya, jadi misalnya saya mampu bikin desain ya saya menjual jasa dan menjual jasa desain, itu yang disebut sebagai freelance,” sebutnya.

Baca juga : GeNose C19 Kini Sudah Ada di 63 Stasiun KAI

Melihat kondisi itu, dirinya pun menilai lebih terhadap orang-orang yang memiliki pekerjaan di sektor kreativitas berbasis digital. Alasannya antara freelancer atau orang yang bekerja secara freelance memiliki kesamaan dengan wirausahawan. Mereka sama-sama memiliki kemandirian.

“Itu ada kemandirian di dibandingkan dengan orang yang menjadi pegawai yang mengandalkan gaji bulanan,” terangnya.

Halaman selanjutnya: Emil juga mengungkapkan bahwa Pemprov Jatim