BPJS Kesehatan Optimalkan Penerapan Antrean Online Untuk Seluruh Rumah Sakit Mitranya

0
50
BPJS Kesehatan Optimalkan Penerapan Antrean Online Untuk Seluruh Rumah Sakit Mitranya
BPJS Kesehatan Optimalkan Penerapan Antrean Online Untuk Seluruh Rumah Sakit Mitranya

Surabaya, JATIMMEDIA.COM – BPJS Kesehatan terus mengoptimalkan penerapan antrean online sebagai bagian dari transformasi digital demi memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di rumah sakit yang telah menjadi mitranya.

Direktur Teknologi Informasi Edwin Aristiawan menjelaskan, BPJS Kesehatan terus melakukan pendampingan agar semua Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) terkoneksi dengan antrean online ini.

BPJS, lanjut Edwin, telah mendampingi sekitar 2.500 FKRTL dan 24 ribu bahkan hingga 25 ribu fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk mewujudkan target semua pasien dapat terkoneksi dan terdeteksi melalui antrean online ini.

“Data yang kami dapat dari pendampingan tersebut dianalisa dan digunakan untuk perbaikan penyelenggaraan program JKN,” tutur Edwin saat melakukan kunjungan kerja di RSUD Haji Surabaya, Jumat (14/10/2022).

Baca juga : BPJS Kesehatan Surabaya Terus Kembangkan Kerjasama Program JKN dengan Perguruan Tinggi

Edwin memberikan apresiasi yang tinggi kepada direksi RSUD Haji dan jajarannya yang telah mengupayakan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat. Menurutnya, keberhasilan program JKN merupakan hasil gotong royong bersama, bukan hanya dari aspek pembiayaan namun juga dari aspek peningkatan dan pemerataan mutu dan kualitas layanan.

“RSUD Haji saat ini telah melakukan bridging integrasi sistem antrean online melalui aplikasi Mobile JKN, sehingga diharapkan masyarakat khususnya peserta akan lebih dimudahkan,” tambahnya.

Saat ini, masih menurut Edwin, BPJS Kesehatan telah melakukan perubahan yang cukup fundamental pada aplikasi Mobile JKN, harapannya melalui aplikasi Mobile JKN sistemnya menjadi lebih ringan dan akhirnya sekarang lebih baik meskipun belum sempurna.

“Masih banyak yang harus kita perbaiki tentunya dengan dukungan, kolaborasi dan sinergi bersama dengan RS,” ujar Edwin.

Baca juga : Gubernur Khofifah Resmikan Laboratorium AMR di BBLK Surabaya

Pada kesempatan yang sama, Direktur RSUD Haji Surabaya Herlin Ferliana menerangkan, pada prinsipnya RSUD Haji Provinsi Jawa Timur ini sangat ingin memberikan pelayanan yang optimal kepada semua pasien. Apalagi 85% pasien RSUD Haji adalah peserta BPJS Kesehatan.

“Jadi dengan transformasi digital dimana kita memanfaatkan semuanya melalui aplikasi, kita akan berupaya untuk dapat mempercepat pelayanan dan juga lebih mengoordinasikan antar semua unit sehingga untuk evaluasinya akan menjadi lebih bagus karena didapat berdasarkan data,” terang Herlin.

Hal ini menjadi masukan kami, lanjut Herlin, untuk berbenah agar sistem antrean online yang sudah bridging dapat mengukur dari pasien datang sampai pasien pulang diperlukan waktu berapa lama dan lain sebagainya. Semua bisa terdeteksi dengan sistem antrean online ini.

Baca juga : Ini Tips Sembuhkan Trauma Perselingkuhan Ala Guru Besar Psikologi UNAIR

“Harapannya bukan hanya menyiapkan sistemnya tetapi membudayakan petugas agar dapat menggunakan sistem itu dengan sebaik-baiknya, sehingga hasil yang didapatkan nanti juga bisa bagus. Saat ini kami mendapatkan apresiasi bintang 2 dari BPJS Kesehatan, target kami bisa meraih apresiasi bintang 6 ketika nanti semua sistem sudah saling terhubung,” tutup Herlin. (JM01)