
Dengan adanya Gelar Pangan Nusantara ini, lanjut Emil, potensi keragaman pangan Indonesia dapat makin dikenali dan menunjukkan potensi daya saing globalnya.
Tak lupa, Emil pun berterimakasih pada Badan Pangan Nasional atas harga pangan yang terkontrol dengan baik dari hulu ke hilir. Sehingga, kesehahteraan para petani dan konsumen dapat terjaga.
Baca juga: Akhiri Penantian Selama 37 Tahun, Jatim Sukses Boyong Gelar Juara Umum…
Ia pun menyatakan bahwa Jatim siap berkomitmen untuk menyuarakan diversifikasi pangan dan pengolahan produk pertanian secara holistik dengan mitra akademik, seperti Universitas Brawijaya Malang.
“Saya juga menyampaikan terimakasih kepada BPN karena senantiasa memastikan bahwa pangan terjangkau bagi masyarakat tetapi juga memperhatikan kesejahteraan para petani, pelayan, dan peternak yang jumlahnya 30% dari masyarakat Jatim,” katanya.
Sementara itu, Ketua Badan Pangan Nasional RI Arief Prasetyo Adi menyampaikan terimakasihnya pada masyarakat Jatim. Sebab, Jatim telah berkontribusi banyak pada pangan nasional. Ketika provinsi lain membahas ketahanan pangan, Jatim sudah terlebih dahulu ada di fase kedaulatan pangan.
“Terimakasih kepada Jawa Timur, karena panen di Jatim-lah kita dapat makan sehari-hari. Provinsi lain masih membahas ketahanan pangan, Jatim justru sudah membahas kedaulatan pangan,” katanya.
Baca juga: Waspadai Cuaca Ekstrim dan Hidrometeorologi, Gubernur Khofifah Imbau Masyarakat dan Pemda…
Di akhir, ia berpesan pada Emil untuk mengkampanyekan gerakan Isi Piringku yang terdiri dari 1/3 karbohidrat, 1/3 sayuran, 1/6 lauk pauk, dan 1/3 buah-buahan.
“Saya juga meminta tolong Pak Wagub untuk sebarkan dan kempanyekan Isi Piringku ini, agar masyarakat Jatim mengkonsumsi makanan yang beragam dan bergizi, sesuai dengan B2SA,” imbuhnya. (JM01)














