Cakap Kembali Hadirkan Cakap Teacher Academy Batch 2

0
6
Cakap Kembali Hadirkan Cakap Teacher Academy Batch 2
Cakap Kembali Hadirkan Cakap Teacher Academy Batch 2

Jakarta, JATIMMEDIA.COM – Melalui kesuksesannya dalam Batch 1 beberapa bulan silam, Cakap sebagai platform pembelajaran online kembali menggelar Cakap Teacher Academy Batch 2, yaitu program pelatihan mengajar digital.

Dan hal ini semakin memperkuat posisi Cakap sebagai perusahaan edukasi teknologi di Indonesia yang telah memberdayakan lebih dari 1.000 guru lokal serta global yang berasal dari berbagai negara.

Tomy Yunus, CEO & Co-Founder Cakap, mengungkapkan, sesuai dengan misi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat Indonesia lewat pemerataan akses pendidikan yang berkualitas, Cakap berkomitmen untuk menghadirkan tenaga pengajar yang kompeten dan profesional.

Tidak hanya itu, lanjutnya, pihaknya juga bersyukur telah dipercaya oleh para tenaga pengajar dari berbagai latar belakang serta negara dan budaya, seperti dari Indonesia, Filipina, China, Jepang, dan juga Korea Selatan, yang telah bergabung di platform Cakap.

“Melihat kebutuhan akan peningkatan kompetensi guru pada pendidikan Bahasa Asing, kami hadirkan kembali program Cakap Teacher Academy Batch 2 sebagai Langkah nyata untuk meningkatkan kompetensi pengajar yang secara langsung dapat meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di tanah air,” ujar Tomy.

Sementara Rachmadi Widdiharto, Direktur Guru Pendidikan Dasar, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI, mengatakan, peran guru merupakan ujung tombak bagi transformasi pendidikan. Hal ini menjadi sangat penting bagi setiap pihak untuk turut mendukung pemberdayaan guru dan tenaga pendidik.

Baca juga : SD Al Falah Surabaya Gelar Aksi Teatrikal Sumpah Pemuda

“Kami mengapresiasi Cakap sebagai salah satu platform digital yang peduli dengan pengembangan kompetensi guru di Indonesia yang berdampak pada kualitas pendidikan Indonesia melalui program Teacher Academy. Kami berharap upaya pemberdayaan ini terus akan berjalan dan meluas hingga ke seluruh wilayah Indonesia,” terangnya.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI sebagai institusi utama di bidang pendidikan di Indonesia, lanjut Rachmadi, juga akan terus melakukan pemberdayaan guru dengan berbagai macam inisiatif. Salah satu program yang saat ini sedang dijalankan oleh Kemendikbud Ristek adalah Program Guru Penggerak.

“Program tersebut merupakan program pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Program ini meliputi pelatihan daring, lokakarya, konferensi, dan pendampingan selama 9 bulan bagi calon Guru Penggerak,” tambah Rachmadi.

Selaras dengan tujuan pemerintah, Cakap Teacher Academy juga memiliki misi yang sama untuk mendorong guru dan tenaga pendidik di Indonesia agar lebih paham digital. Bahkan Teacher Academy yang diluncurkan beberapa bulan lalu, telah sukses memberdayakan guru dan beberapa di antaranya berhasil bergabung menjadi bagian dari tim pengajar Cakap.

Baca juga : OJK Luncurkan Program Digital Financial Literacy 2021

Disisi lain, Yoshua Yanottama selaku Senior Education Manager Cakap menambahkan, sistem pembelajaran yang mutakhir akan menjadi kunci dari kurikulum pada program Cakap. Dan program ini akan membawakan 2 kompetensi utama: teknik pengajaran komunikatif dan penggunaan teknologi melalui Cakap interactive self-paced learning.

“Kurikulum disusun berdasarkan dari pengalaman pembelajaran online selama lebih dari 6 tahun di Cakap yang dikombinasikan dengan praktik terbaik dalam pengajaran bahasa. Dengan begitu, program ini akan relevan bagi mereka yang baru akan terjun ke dunia pengajaran maupun mereka yang telah berpengalaman namun ingin memperbaharui kemampuan mengajarnya,” terang Yoshua.

Bahasa Inggris menjadi program dengan kelas terbesar, dan saat ini Cakap Teacher Academy berfokus pada pengajar Bahasa Inggris. Cakap melihat kebutuhan akan pemberdayaan guru ESL yang memiliki nilai lebih dalam mengajar Bahasa Inggris bagi masyarakat yang tidak menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa utama.

Latar belakang yang sama menjadikan guru ESL memiliki nilai lebih dalam mengaplikasikan pelajaran yang lebih sesuai bagi karakter muridnya. Dalam hal ini, murid dengan pengetahuan Bahasa Inggris yang minim dapat lebih mudah memahami pelajaran Bahasa Inggris.

Baca juga : Alfamidi Salurkan Donasi Konsumen Rp 6,91 Miliar untuk Bantu Masyarakat Terdampak…

“Kedepannya kami berharap bisa terus berkomitmen untuk memberdayakan guru di Indonesia melalui berbagai program. Kami pun berharap nantinya Cakap Teacher Academy dapat memberdayakan guru atau pengajar dari berbagai macam bidang ilmu pengetahuan.” tutup Tomy. (JM01)