Surabaya, JATIMMEDIA.COM – Prestasi membanggakan kembali lahir dari anak muda Surabaya. Berkat perpaduan kerja keras dan kreativitas tanpa batas, Tim NUSANTARA dari PKBM NOLA Surabaya sukses mengamankan posisi juara di Kelas Ranger pada ajang bergengsi ASEAN MATE ROV Competition 2026 di Singapura.
Kemenangan yang diraih pada 27 April 2026 tersebut bukan sekadar trofi biasa. Hasil ini menjadi tiket emas bagi Tim NUSANTARA untuk mewakili kawasan ASEAN di ajang bergengsi MATE ROV World Championship 2026 yang akan digelar di Newfoundland & Labrador, Kanada.
Mentor Tim NUSANTARA, Krisma Prakosa, mengungkapkan rasa syukur dan bangganya saat ditemui di PKBM NOLA Surabaya pada Sabtu (16/05/26). Ia menjelaskan bahwa ajang ini bukanlah kompetisi robotika biasa.
“ASEAN MATE ROV ini merupakan kompetisi robot bawah air tingkat internasional yang menantang peserta untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan ROV (Remotely Operated Vehicle),” ujar Krisma.
Lebih lanjut, Krisma memaparkan bahwa robot-robot buatan siswa ini dirancang untuk menyelesaikan simulasi misi dunia nyata.
“ROV sendiri bertujuan untuk menyelesaikan simulasi misi di bidang kelautan, eksplorasi bawah laut, industri maritim, hingga konservasi lingkungan,” tambahnya.
Kompetisi ini dinilai sangat bergengsi karena menuntut ketajaman engineering, kemampuan pemecahan masalah, kerja sama tim, hingga ketahanan mental peserta di bawah tekanan.
Perjalanan menuju podium juara tidaklah mulus. Sang CEO Tim NUSANTARA, Catherine Olivia Rizalie, mengenang bagaimana mental mereka diuji saat melihat lawan-lawan tangguh, terutama tim dari Singapore School yang didukung fasilitas sangat canggih.
Situasi makin menegangkan saat faktor alam ikut campur. “Terlebih lagi, kondisi cuaca yang kurang bersahabat membuat kami kehilangan kesempatan kedua untuk melakukan demo run. Padahal demo run kedua sangat penting untuk memperbaiki nilai setelah run pertama, terutama setelah kami mengalami kendala saat mencoba menyelesaikan salah satu misi,” ujar Olivia jujur.
Masalah teknis pun sempat menghantam. Saat mencoba mengangkat perangkat lobster yang ternyata jauh lebih berat daripada simulasi saat latihan, ROV mereka mengalami kerusakan dan sempat tertahan di dasar air selama beberapa menit. Namun, alih-alih menyerah, kendala ini justru menjadi panggung bagi mereka untuk menunjukkan ketangguhan mental.
Meski sempat terkendala teknis di kolam, Tim NUSANTARA justru bersinar terang di hadapan panel juri pitching asal Amerika Serikat. Keahlian mereka dalam mempresentasikan desain robot, proses engineering, hingga profesionalisme tim mengundang decak kagum.
“Kami sungguh tidak menyangka Tim NUSANTARA berhasil meraih juara. Dan bangganya lagi, berkat kemenangan ini kami mendapatkan kesempatan untuk mewakili kawasan ASEAN pada ajang MATE ROV World Championship 2026 di Kanada mendatang,” ungkap Olivia dengan nada bangga.

Tim NUSANTARA yang beranggotakan Catherine Olivia Rizalie, Tobey Kenshin Lim, Nadine Susanto, Clay Azarel Pramudya, Sheila Lemuela, Patrick James Hartanto, Ignatius Hans Cahyadi, dan Ivan Aryasatya Somawiharja mengungkapkan kemenangan ini dipersembahkan sepenuhnya untuk Surabaya dan Indonesia.
Prestasi Tim NUSANTARA menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa dengan kerja keras, disiplin, dan keberanian untuk bermimpi, siswa Indonesia mampu berdiri sejajar, bahkan melampaui talenta-talenta terbaik di level dunia.
Kini, fokus tim beralih ke persiapan intensif untuk membawa bendera Merah Putih ke panggung dunia di Kanada. Semangat inovasi mereka diharapkan menjadi pemantik bagi anak muda lainnya untuk berani mencoba bidang sains dan teknologi.(JM02)















